Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa 14 orang telah meninggal dunia akibat gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari Sabtu, 15 Agustus. Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebutkan bahwa pemutakhiran data terakhir hingga pukul 12.30 WIB menunjukkan angka tersebut.
Selain korban jiwa, BNPB juga mencatat dua orang mengalami luka berat dan sebelas orang luka ringan akibat bencana ini. Berton menambahkan, “Data tersebut masih dalam proses pendataan, verifikasi dan validasi di lapangan.” Dari laporan yang ada, korban meninggal dunia terbagi di beberapa daerah, dengan tiga orang di Kabupaten Sikka, enam orang di Kabupaten Manggarai, dan lima orang di Kabupaten Manggarai Timur. Korban luka dilaporkan berasal dari Kabupaten Sikka, Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Timur.
Proses Verifikasi dan Dampak Lainnya
BNPB mengingatkan bahwa data mengenai jumlah korban jiwa dan luka dapat berubah seiring dengan berlanjutnya proses verifikasi dan validasi oleh BPBD NTT bersama pihak terkait. Berton juga menyebutkan bahwa selain korban jiwa, sekitar lima kepala keluarga terdampak dan sekitar 2.000 warga telah melakukan pengungsian atau evakuasi mandiri.
Kerusakan Infrastruktur
Data dari BNPB menunjukkan bahwa sebanyak 54 unit rumah mengalami kerusakan berat, sembilan unit rusak sedang, dan sebelas unit rusak ringan akibat gempa tersebut. “Kerusakan juga terjadi pada 5 fasilitas kesehatan, 1 fasilitas pendidikan, 1 gudang Bulog, 3 fasilitas ibadah serta 6 kantor pemerintahan,” ungkap Berton. Informasi lebih lanjut mengenai dampak gempa ini akan terus diperbarui seiring dengan proses evaluasi di lapangan.