PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat meluncurkan inovasi Skema Tukar Jerami dalam Program Prakarsa Bagja Juara kepada Staf Khusus Wakil Presiden RI, Tina Talisa. Inovasi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular ini diperkenalkan saat Tina melakukan kunjungan kerja ke Yayasan Hidayatul Burhan yang terletak di Desa Pasirtanjung, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau pelaksanaan Program Prakarsa Bagja Juara yang dikembangkan oleh Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal Cikampek. Program ini menekankan pada pemberdayaan masyarakat, pengelolaan sampah, pertanian berkelanjutan, serta pemanfaatan energi terbarukan.
Apresiasi terhadap Program
Tina Talisa memberikan apresiasi terhadap program ini karena dinilai mampu mengintegrasikan pengelolaan limbah pertanian, pelestarian lingkungan, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. “Melalui program ini, jerami yang sebelumnya dianggap sebagai limbah kini memiliki nilai ekonomi dan manfaat sosial,” ungkap Tina pada Kamis (6/8).
Lebih lanjut, Tina menjelaskan bahwa masyarakat dapat merasakan manfaat sesuai dengan jumlah jerami yang mereka kumpulkan. Selain dapat ditukar dengan pupuk dan air RO, nilai jerami juga dapat digunakan untuk membantu biaya pemasangan sambungan baru dalam Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat atau Pamsimas. “Program ini menunjukkan bahwa pengelolaan limbah dapat sekaligus menghadirkan manfaat bagi lingkungan dan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” tambahnya.
Manfaat Program bagi Masyarakat
Sebelum adanya Program Prakarsa Bagja Juara, jerami pascapanen di Desa Pasirtanjung umumnya dibakar karena dianggap tidak memiliki nilai ekonomi. Praktik pembakaran terbuka ini berpotensi menyebabkan pencemaran udara, meningkatkan emisi, mengganggu kesehatan masyarakat, serta mengurangi jumlah bahan organik yang kembali ke tanah.
Dengan adanya program ini, sekitar dua hingga tiga ton jerami per musim panen yang sebelumnya dianggap limbah kini dikelola secara produktif. Pengelolaan ini diharapkan dapat mengurangi praktik pembakaran terbuka sekaligus menciptakan sumber nilai ekonomi baru bagi masyarakat.
Inovasi Bank Jerami juga telah mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Program Pemberdayaan Petani Pertama melalui Tukar Jerami dengan Air. Selain Bank Jerami, rombongan juga meninjau Bank Sampah WISE, Bank Sampah Pondok Pesantren Hidayatul Burhan, kawasan Eco-Agro Santri, pembangkit listrik tenaga surya, instalasi biogas, serta pengolahan limbah menjadi pupuk organik dan media tanam.
Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatul Burhan, Jaenal Apip, menyatakan bahwa pesantren mengembangkan tiga pilar Santri Tangguh, yaitu Al-Qur'an, literasi digital, dan keterampilan pertanian. Kerja sama dengan Pertamina Patra Niaga yang telah berlangsung sejak 2024 dinilai sangat membantu dalam pengembangan pendidikan berbasis lingkungan dan kemandirian pesantren. “Melalui dukungan Pertamina Patra Niaga, kami dapat mengembangkan Eco-Agro Santri. Program ini tidak hanya membekali santri dengan pendidikan agama, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan, pertanian, dan kemandirian,” jelas Jaenal.
Program Agro Santri saat ini mampu menghasilkan sekitar 250 kilogram sayuran untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para santri. Dalam Program Desa Energi Berdikari, pesantren juga memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya untuk mendukung kegiatan keagamaan dan pertanian. Penggerak lokal Program Prakarsa Bagja Juara, Endang Sutisna, menyatakan bahwa program ini telah meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dan membuka peluang untuk kegiatan ekonomi yang produktif. “Program ini mendorong masyarakat untuk lebih mandiri melalui pengelolaan lingkungan, pertanian, dan pemanfaatan energi terbarukan,” kata Endang.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Vice President Community Involvement and Development PT Pertamina Patra Niaga Dian Hapsari, Manager Community Involvement and Development Siti Rachmi Indahsari, serta Pjs. Area Manager Communication, Relations and CSR Regional JBB Reno Fri Daryanto. Selain itu, hadir pula Sekretaris Desa Pasirtanjung Ratim, jajaran Pondok Pesantren Hidayatul Burhan, penggerak lokal, serta kelompok masyarakat binaan seperti GEMKA, Bank Sampah WISE, gabungan kelompok tani, Pamsimas, Agro Santri, dan UMKM Dapur Teteh.