Update
Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM
News

Inovasi Pupuk Hayati Dinosaurus untuk Memperbaiki Degradasi Tanah Pertanian

Pupuk Hayati Dinosaurus meluncurkan produk berbasis bioteknologi untuk mengatasi masalah degradasi tanah pertanian di Indonesia dalam acara Inagritech 2026. Produk ini diklaim dapat memulihkan kondisi...

Lare Ayu 02 August 2026 65 pembaca jpnn.com jpnn.com
Pupuk Hayati Dinosaurus Hadirkan Terobosan Pembenah Tanah Berbasis Bioteknologi
Pupuk Hayati Dinosaurus Hadirkan Terobosan Pembenah Tanah Berbasis Bioteknologi

Pupuk Hayati Dinosaurus memperkenalkan inovasi baru yang berbasis bioteknologi sebagai solusi untuk masalah degradasi tanah pertanian di Indonesia dalam acara Inagritech 2026. Produk yang dikembangkan oleh PT Pramudita Darya Parma ini diklaim mampu memulihkan kondisi tanah yang saat ini mengalami penurunan kualitas.

Menurut data yang dirilis, lebih dari 40 juta hektar lahan di Indonesia mengalami degradasi. Hal ini menyebabkan kerusakan pada tanah, sehingga para petani menghadapi kesulitan dalam mencapai hasil panen yang stabil. Freddy Wijaya, pendiri Pupuk Dinosaurus, menjelaskan bahwa meskipun tanah mungkin mengandung nutrisi makro yang tinggi, kurangnya mikroba dan kerusakan ekosistem tanah akibat residu kimia yang berlebihan mengakibatkan penurunan produktivitas tanaman.

Kelebihan Pupuk Hayati Dinosaurus

Freddy menekankan pentingnya peran bioteknologi dalam mengembalikan kesehatan tanah. Dalam Pupuk Hayati Dinosaurus terdapat 18 jenis mikroba yang berfungsi untuk memecah unsur hara dalam tanah, menambat nitrogen, menghasilkan enzim pertumbuhan, dan menghalau patogen penyebab penyakit. Dia juga menambahkan bahwa penggunaan pupuk ini tidak hanya dapat memulihkan kesehatan tanah, tetapi juga dapat menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil panen hingga 30%.

Pentingnya Kesehatan Tanah untuk Pertanian

Freddy juga mengingatkan bahwa kesehatan tanah sangat penting bagi keberhasilan sektor pertanian. "Tanah yang sehat adalah kunci keberhasilan pertanian. Kami terus mengembangkan kualitas produk dan kepercayaan pelanggan di Indonesia," ungkapnya. Dia berharap agar semakin banyak praktisi pertanian yang memanfaatkan bioteknologi untuk memperbaiki ekosistem tanah dan meningkatkan kualitas hasil panen, demi mencapai kedaulatan pangan di Indonesia.

Selain itu, PT Pramudita Darya Parma juga telah meluncurkan produk pupuk yang dirancang khusus untuk teknik hydroseeding, yang digunakan untuk rehabilitasi lahan kritis, terutama di daerah lereng. Pengembangan produk berbasis bioteknologi ini terus dilakukan untuk mendukung pertanian yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia.

Artikel Terkait