Update
News

Jasa Raharja Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Korban KM Virgo di Jawa Timur

Jasa Raharja memberikan santunan kepada ahli waris korban insiden KM Virgo Transport 8 di Jawa Timur. Penyerahan dilakukan langsung oleh Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, pada Sabtu (3/...

Arya Yudhistira 04 October 2026 64 pembaca jpnn.com jpnn.com
Muhammad Awaluddin Salurkan Santunan JR Untuk Ahli Waris Korban KM Virgo di Jatim
Muhammad Awaluddin Salurkan Santunan JR Untuk Ahli Waris Korban KM Virgo di Jatim

Jasa Raharja kembali melaksanakan penyerahan santunan kepada ahli waris dari korban yang meninggal dunia akibat insiden KM Virgo Transport 8. Acara penyerahan tersebut berlangsung di Surabaya, Sidoarjo, dan Jombang, Jawa Timur, pada hari Sabtu, 3 Oktober, dan dipimpin oleh Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin.

Tiga korban yang telah teridentifikasi dalam insiden tersebut adalah Yudhiarisandi, Yudis Tri Kurniawan, dan Gondham Prakoso. Masing-masing ahli waris menerima santunan sebesar Rp50 juta, sehingga total santunan yang diserahkan mencapai Rp150 juta.

Proses Penyerahan Santunan

Pemberian santunan pertama dilakukan kepada Arifin, ayah dari Yudhiarisandi, di kediamannya yang terletak di Kecamatan Semampir, Surabaya. Yudhiarisandi tercatat sebagai pengemudi ekspedisi berdasarkan data manifes.

Selanjutnya, Muhammad Awaluddin menyerahkan santunan kepada Bahrul Anam, ayah dari Yudis Tri Kurniawan, di Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo. Dalam penyerahan ini, Awaluddin didampingi oleh Kepala Desa Balonggarut, Anang Pujiharjo.

Penyerahan santunan berikutnya diberikan kepada Elok Fitriyaningsih, istri dari Gondham Prakoso, di Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Dalam kesempatan ini, Awaluddin juga didampingi oleh Kapolsek Diwek, AKP Achmad Darul Hudha, S.H., M.H.

Komitmen Jasa Raharja

Dalam kesempatan tersebut, Awaluddin menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga korban. Ia menegaskan bahwa penyerahan santunan secara langsung merupakan bagian dari komitmen Jasa Raharja untuk memastikan hak korban dan keluarganya dapat dipenuhi dengan cepat dan sesuai ketentuan. “Namun, kami berharap santunan ini dapat menjadi bentuk kehadiran dan dukungan negara bagi keluarga yang sedang menghadapi masa duka,” ujarnya.

Sejak awal proses evakuasi, Jasa Raharja telah menyiapkan petugas di Kalimantan Selatan dan Jawa Timur. Petugas tersebut memberikan pelayanan melalui posko yang telah disiapkan, memastikan jaminan bagi korban, serta melakukan pendataan dan verifikasi secara bersamaan.

Berdasarkan data hingga 2 Oktober 2026, sebanyak 188 orang telah dievakuasi, yang terdiri dari 108 korban selamat dan 80 korban meninggal dunia. Dari total korban meninggal, 63 di antaranya telah teridentifikasi, sedangkan 17 lainnya masih dalam proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI).

Jasa Raharja juga telah memberikan jaminan biaya perawatan kepada 21 korban yang mengalami luka, dan seluruhnya telah diperbolehkan pulang. Selain itu, santunan telah diserahkan kepada 60 ahli waris korban yang meninggal dan biaya penguburan untuk tiga korban.

Awaluddin menyatakan bahwa proses pencarian, evakuasi, dan identifikasi korban masih terus berlangsung. Jasa Raharja berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk memantau perkembangan penanganan dan memastikan hak setiap korban dapat ditindaklanjuti.

Dalam penanganan insiden ini, Jasa Raharja bekerja sama dengan Tim SAR, Tim DVI, kepolisian, pemerintah daerah, rumah sakit, dan instansi terkait lainnya. Kolaborasi ini mencakup seluruh proses mulai dari pencarian dan evakuasi, identifikasi korban, hingga pemenuhan hak bagi korban dan keluarganya. “Kami akan terus hadir dan bekerja bersama seluruh pihak, bukan hanya sampai hak korban terpenuhi, tetapi hingga seluruh proses penanganan korban dan keluarga dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Artikel Terkait