Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan pemerintah untuk melakukan pemantauan terhadap taman nasional dan kawasan hutan yang mengalami kebakaran, demi menjaga keselamatan masyarakat. Pernyataan ini disampaikan sehubungan dengan semakin meluasnya kebakaran hutan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang mendekati permukiman warga.
Puan menegaskan, “Ini bukan lagi persoalan lingkungan, tetapi sudah menjadi ancaman terhadap keselamatan warga, aset, kesehatan, dan keberlangsungan aktivitas ekonomi setempat,” pada Senin (10/8). Angin kencang di sekitar lokasi kebakaran mempercepat penyebaran api ke lahan gambut. Hingga Jumat (7/8), luas area yang terdampak kebakaran di Palangkaraya telah mencapai 162,49 hektare. Kondisi kemarau yang berlangsung dan potensi El Nino yang kuat diperkirakan akan meningkatkan risiko kebakaran di Kalimantan Tengah.
Pentingnya Kesiapsiagaan Terhadap Kebakaran
Puan menilai bahwa kejadian di Palangkaraya menunjukkan bahwa kebakaran hutan bukan hanya masalah lingkungan. Ia menambahkan, ketika api mulai mengancam ruang hidup masyarakat, situasi menjadi lebih serius. Oleh karena itu, Puan menekankan pentingnya kesiapsiagaan bencana kebakaran hutan bagi masyarakat di sekitar area yang terbakar.
“Kebakaran hebat dapat menyebabkan kabut asap yang berbahaya bagi kesehatan dan aktivitas masyarakat,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa pemerintah daerah harus menyiapkan layanan kesehatan dan perlindungan khusus bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan jika kualitas udara memburuk.
Strategi Penanganan Kebakaran Hutan
Lebih lanjut, Puan menyatakan bahwa kebakaran hutan dapat mengganggu aktivitas masyarakat, dan hal ini harus menjadi perhatian dalam penanganan kebakaran. “Keselamatan warga tidak boleh baru menjadi perhatian ketika dampak kebakaran telah masuk ke permukiman,” tegasnya.
Puan juga mengingatkan bahwa kebakaran di kawasan gambut memerlukan penanganan yang khusus karena api dapat menjalar hingga ke lapisan bawah tanah dan muncul di titik lain. “Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan kebakaran hutan membutuhkan pendekatan sistematis dan berkelanjutan, bukan hanya operasi pemadaman ketika api sudah membesar,” jelasnya.
Oleh karena itu, Puan mendorong pemerintah untuk memperkuat strategi pencegahan kebakaran hutan, terutama di daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. “Termasuk pemetaan potensi penjalaran api yang harus diterjemahkan menjadi tindakan konkret di lapangan. Dengan sistem seperti itu, sumber daya dapat dikerahkan lebih awal sehingga api dapat ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran besar,” tutupnya.