Update
Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM
Ekonomi

Kementerian Pekerjaan Umum Percepat Pemulihan Sanitasi Pascagempa NTT

Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat pemulihan infrastruktur yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, dengan fokus pada penyediaan air bersih dan sanitasi.

Yoga Samadhi 20 August 2026 55 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan infrastruktur terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8). (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden).
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan infrastruktur terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8). (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden).

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat upaya pemulihan infrastruktur yang terkena dampak gempa bumi berkekuatan 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada hari Sabtu, 15 Agustus. Penanganan di berbagai wilayah yang terdampak difokuskan pada pemulihan layanan dasar bagi masyarakat, terutama dalam hal penyediaan air bersih, sanitasi, dan pengelolaan sampah.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pentingnya ketersediaan sarana air bersih dan sanitasi bagi masyarakat yang terdampak, terutama di lokasi-lokasi pengungsian. Dalam situasi tanggap darurat ini, kedua layanan tersebut menjadi kebutuhan mendasar yang berhubungan langsung dengan kesehatan dan kegiatan sehari-hari masyarakat. "Yang penting sekarang bagaimana kebutuhan masyarakat bisa segera kita layani. Karena itu, infrastruktur yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar, termasuk sarana air bersih dan sanitasi, harus segera kita cek dan tangani sesuai kondisi di lapangan," ungkapnya.

Pemenuhan Kebutuhan Sanitasi di Lokasi Pengungsian

Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) NTT, Didik Wahyudi, menyatakan bahwa Kementerian PU juga menerima arahan dari pemerintah pusat untuk memastikan kebutuhan sanitasi di titik-titik pengungsian dapat terpenuhi dengan baik. "Seiring bertambahnya aktivitas di lokasi pengungsian, tentunya akan muncul kebutuhan pengelolaan sampah serta penyedotan septic tank. Saat ini, kebutuhan tersebut sedang kami petakan, termasuk di titik-titik pengungsian yang ada," jelasnya.

Untuk mendukung layanan sanitasi, Kementerian PU berencana mengusulkan penambahan armada truk tinja. Penambahan armada ini diperlukan untuk memperkuat layanan penyedotan septic tank di lokasi-lokasi pengungsian, sehingga kebersihan dan kesehatan lingkungan tetap terjaga selama masa tanggap darurat.

Identifikasi Kerusakan Infrastruktur

Selain fokus pada layanan dasar, Kementerian PU juga melakukan identifikasi terhadap kerusakan infrastruktur di beberapa wilayah yang terdampak. Di Kabupaten Manggarai Barat, identifikasi dilakukan terhadap Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Warloka, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Warloka, Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta sarana pendukung lainnya.

Hasil identifikasi sementara menunjukkan adanya sejumlah bangunan yang mengalami kerusakan, mulai dari retakan hingga kerusakan pada struktur pendukung. Kementerian PU terus berkoordinasi dengan pengelola aset dan pemerintah daerah untuk menentukan langkah penanganan berdasarkan tingkat kerusakan dan urgensinya.

Langkah cepat ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian PU untuk memastikan infrastruktur dasar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam situasi tanggap darurat. Penanganan ini juga sejalan dengan Sasaran Utama PU608, yang mengarahkan pembangunan infrastruktur untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penyediaan kebutuhan dasar, peningkatan kualitas hidup, serta penciptaan pertumbuhan ekonomi.

Kementerian PU akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait untuk memastikan kebutuhan infrastruktur dasar bagi masyarakat yang terdampak gempa dapat ditangani dengan cepat, tepat, dan berkelanjutan.

Artikel Terkait