Update
Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM
Ekonomi

Kenaikan Harga Kakao Dipicu oleh Fenomena El Nino

Kementerian Perdagangan mengumumkan bahwa harga referensi dan harga patokan ekspor biji kakao mengalami lonjakan signifikan pada Agustus 2026 akibat dampak dari fenomena El Nino.

Aruna Sasmita 01 August 2026 66 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
HR dan HPE biji kakao meningkat di atas 30 persen per Agustus 2026. Kemendag sebut ini efek dari fenomena El Nino di negara produsen di Afrika Barat. (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)
HR dan HPE biji kakao meningkat di atas 30 persen per Agustus 2026. Kemendag sebut ini efek dari fenomena El Nino di negara produsen di Afrika Barat. (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menginformasikan bahwa harga referensi (HR) dan harga patokan ekspor (HPE) biji kakao untuk periode Agustus 2026 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Lonjakan harga ini disebabkan oleh fenomena El Nino yang mengganggu pasokan akibat cuaca buruk, serangan hama, serta penurunan produksi di negara-negara penghasil utama biji kakao di Afrika Barat.

Kenaikan Harga Kakao

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menyatakan bahwa HR biji kakao untuk periode 1-31 Agustus 2026 ditetapkan sebesar US$5.424,96 per metrik ton (MT). Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar US$1.455,41 atau 36,66 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Selain itu, HPE biji kakao juga meningkat menjadi US$5.064 per MT, mengalami kenaikan sebesar US$1.418 atau 38,90 persen.

Tommy menjelaskan, "Penetapan HR dan HPE tersebut mempertimbangkan kondisi pasar, perkembangan biaya logistik internasional, serta dinamika perdagangan global. Peningkatan HR dan HPE biji kakao dipengaruhi gangguan pasokan di negara-negara produsen utama Afrika Barat akibat serangan hama, cuaca buruk, dan penurunan produksi yang dipicu fenomena El Nino."

Ketentuan Bea Keluar dan Pungutan Ekspor

Sehubungan dengan perubahan harga tersebut, Kemendag menetapkan bea keluar (BK) biji kakao sebesar 7,5 persen untuk periode 1-31 Agustus 2026. Ketentuan ini mengacu pada Kolom Angka 4 Lampiran Huruf B PMK Nomor 38 Tahun 2024 yang telah diubah dengan PMK Nomor 68 Tahun 2025. Pungutan ekspor (PE) biji kakao juga ditetapkan sebesar 7,5 persen, sesuai dengan Lampiran Huruf C PMK Nomor 69 Tahun 2025 yang telah diubah dengan PMK Nomor 9 Tahun 2026.

Di sisi lain, HPE produk kulit pada Agustus 2026 tidak mengalami perubahan dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, HPE getah pinus ditetapkan sebesar US$1.013 per MT, meningkat 1,10 persen dari Juli 2026. Untuk produk kayu, HPE pada periode yang sama menunjukkan variasi, dengan kenaikan pada veneer dari hutan alam serta produk kayu olahan dengan luas penampang tertentu.

Namun, beberapa produk kayu mengalami penurunan HPE, seperti veneer dari hutan tanaman dan berbagai jenis kayu olahan. Penurunan juga terjadi pada produk berbahan hutan tanaman seperti akasia dan pinus. Adapun HPE keping kayu serta produk kayu olahan tertentu tidak mengalami perubahan harga.

Penetapan HR CPO, HR dan HPE biji kakao, produk kulit, produk kayu, serta getah pinus dituangkan dalam Kepmendag Nomor 1667 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Layanan Badan Layanan Umum.

Artikel Terkait