Rais Aam Syuriah PBNU ke-10, KH Ma’ruf Amin, mengingatkan umat Muslim bahwa usaha untuk menyimpangkan jalan Allah SWT tidak pernah berhenti. Ia menyebutkan bahwa upaya penyimpangan tersebut hampir berhasil dilakukan terhadap Nabi Muhammad SAW oleh kaum kafir Quraisy. Pernyataan ini disampaikan saat memberi tausiah pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Zawiyah Ar Raudhah, Jakarta, pada Selasa malam, 25 Agustus.
Dalam acara yang dihadiri oleh ribuan umat Muslim, KH Ma’ruf, yang merupakan cicit dari Syekh Nawawi Banten, menjelaskan bahwa para ulama menggambarkan kehidupan di dunia sebagai tempat ujian. Ia menyatakan, “Banyak ujian yang kalau kita tidak dibimbing, tidak mendapat inayah rabbaniyah himayah rabbaniyah, boleh jadi kita mengalami proses penyimpangan dari jalan Allah SWT.”
Pentingnya Kesadaran dalam Beribadah
KH Ma’ruf melanjutkan dengan menyebutkan bahwa Shahibul I'anah, pengarang kitab I'anah al-Thalibin, pernah menyatakan bahwa pada zamannya sudah banyak fitnah dan banyak orang yang meninggalkan kebenaran. “Kecuali orang yang dikehendaki oleh Allah SWT dan mereka itu sedikit,” ujarnya. Ia menekankan bahwa yang tetap berada di jalan Allah SWT saat ini semakin sedikit, karena banyak yang terpengaruh oleh berbagai bujukan untuk menyimpangkan diri.
Ia juga menegaskan bahwa usaha untuk membuat manusia menyimpang dari jalan Allah SWT tidak pernah berhenti. KH Ma’ruf menambahkan, “Pada 100 tahun yang lalu saja, shahibul I’anah sudah menyatakan hal tersebut. Apalagi sekarang. Banyaknya media, banyaknya, orang bilang banyak setan gembleng yang menyimpangkan kita dan itu pasti.”
Pentingnya Perlindungan Allah SWT
KH Ma’ruf menjelaskan bahwa Rasulullah SAW juga pernah mendapatkan pengaruh untuk menyimpang, dan hal tersebut hampir terjadi. Ia mengutip Surat Al-Isra' ayat 73-74, “Hampir saja mereka itu membelokkan kamu (Nabi Muhammad SAW), dari apa yang kami wahyukan kepadamu untuk mencari jalan lainnya (bukan wahyu Allah SWT).” Ia menekankan bahwa Allah SWT menjaga Nabi Muhammad SAW agar tidak terbelokkan.
“Jadi, kalau nabi saja dibilang hampir, apalagi kita ini, masya Allah, jangan-jangan kita sudah menyimpang, cuma tidak berasa,” ungkapnya. KH Ma’ruf juga menyoroti bahwa dalam kehidupan ini, manusia diberikan pilihan untuk beriman atau tidak, melakukan amal baik atau buruk, serta membela yang benar atau mendukung yang dzalim. “Mau mengerjakan yang baik atau tidak itu diberikan pilihan, tapi ada batasnya. Kita boleh pilih itu sampai akhir usia, kalau sudah ajalnya tidak bisa pilih lagi,” tambahnya.
Acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Zawiyah Ar Raudhah berlangsung dengan antusiasme tinggi dari sekitar seribu jemaah yang hadir, mulai dari pukul 14.30 hingga 22.30 WIB.