JAKARTA, iNews.id - Indonesia dan Tiongkok meningkatkan kerjasama dalam bidang teknologi pertambangan dan energi di ajang Indonesia Coal and Energy Expo 2026 (ICEE 2026) yang berlangsung di Jakarta International Expo, Kemayoran. Pameran internasional ini berfokus pada pemanfaatan batu bara yang ramah lingkungan, pengembangan tambang hijau, pertambangan cerdas, serta integrasi energi baru.
ICEE 2026 berfungsi sebagai platform strategis yang menghubungkan Indonesia dengan Tiongkok, sekaligus menjangkau pasar Asia Tenggara untuk mendukung transformasi industri batu bara dan energi global menuju keberlanjutan. Acara ini tidak hanya sebagai pameran industri, tetapi juga sebagai wadah untuk kerja sama strategis yang mendorong komunikasi kebijakan, pertukaran teknologi, pencarian investasi, dan pelaksanaan proyek di sektor energi.
Pentingnya Forum Energi Berstandar Tinggi
Di tengah percepatan transformasi energi di seluruh dunia, ICEE mengusung pendekatan yang terbuka dan profesional, dengan mempertemukan berbagai pihak seperti pemerintah, asosiasi industri, perusahaan teknologi, investor, dan pembeli utama. "Penyelenggaraan forum energi berstandar tinggi dengan karakter internasional sangat penting guna mendukung penguatan kerja sama energi Indonesia dan Tiongkok di tengah perubahan industri global,” ungkap Tri Winarno, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam keterangan persnya pada Selasa (12/5/2026).
Peningkatan Luas Area Pameran
ICEE 2026 menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan area pameran yang mencapai 20.000 meter persegi, atau lebih luas 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 150 perusahaan berpartisipasi dalam pameran ini, menampilkan berbagai teknologi mulai dari eksplorasi batu bara, pengolahan, logistik, pengelolaan lingkungan, energi baru, hingga operasional tambang berbasis digital.