Update
Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM
News

Lahan Terbakar di Papua Barat Mencapai 2.496 Hektare, BNPB Ambil Tindakan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa 2.496 hektare lahan terbakar di Papua Barat, meskipun karhutla di wilayah tersebut sudah mulai terkendali.

Rimba Amarta 01 September 2026 50 pembaca jpnn.com jpnn.com
2.496 Hektare Lahan di Papua Barat Terdampak Karhutla, Ini yang Dilakukan BNPB
2.496 Hektare Lahan di Papua Barat Terdampak Karhutla, Ini yang Dilakukan BNPB

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginformasikan bahwa sebanyak 2.496 hektare lahan di Papua Barat mengalami kebakaran. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa situasi kebakaran hutan dan lahan di Papua Barat telah relatif terkendali. Namun, masih terdapat titik asap yang terdeteksi di area tersebut.

Titik Panas dan Penanganan Kebakaran

Berton menjelaskan bahwa terdapat 20 titik panas yang teridentifikasi, dengan 5 titik api yang terpantau, dan jarak pandang di lokasi kebakaran berkisar antara 7 hingga 10 kilometer. Penanganan karhutla di Papua Barat dilakukan melalui operasi udara, sementara operasi darat dihentikan sementara karena keterbatasan akses.

Operasi Udara dan Tantangan yang Dihadapi

Upaya penanganan kebakaran dilakukan dengan metode water bombing menggunakan tiga helikopter. Total air yang telah digunakan dalam operasi ini mencapai 662.000 liter. Meskipun demikian, operasi udara menghadapi kendala akibat vegetasi yang tinggi dan lebat, sehingga hanya satu helikopter yang dapat beroperasi pada satu waktu. Berton menambahkan bahwa tower bandara Babo tidak dapat mencakup area operasi yang diperlukan.

Selain itu, keterbatasan stok bahan bakar avtur juga menjadi masalah dalam pelaksanaan operasi udara, yang mengakibatkan kegiatan tersebut tidak dapat dilakukan secara optimal. Berton menegaskan bahwa BNPB akan mencari berbagai solusi agar stok avtur dapat tersedia untuk mendukung operasi selanjutnya.

Artikel Terkait