Update
Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM
News

--- Marsudi Syuhud Berkomitmen Mengawal Arahan Kiai Sepuh untuk Keselamatan NU ---

--- Kiai Marsudi Syuhud, tokoh senior Nahdlatul Ulama, menegaskan kesiapannya untuk melaksanakan dan mengawal tujuh arahan dari Kiai Sepuh dalam pertemuan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, demi men...

Aruna Sasmita 29 August 2026 53 pembaca jpnn.com jpnn.com
Marsudi Syuhud Siap Mengawal Seruan Kiai Sepuh Demi Keselamatan NU
Marsudi Syuhud Siap Mengawal Seruan Kiai Sepuh Demi Keselamatan NU
---TITLEEXCERPT--- Kiai Marsudi Syuhud, tokoh senior Nahdlatul Ulama, menegaskan kesiapannya untuk melaksanakan dan mengawal tujuh arahan dari Kiai Sepuh dalam pertemuan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, demi menyelamatkan organisasi NU. ---CONTENT---

JAKARTA - KH. Marsudi Syuhud, seorang tokoh senior di Nahdlatul Ulama (NU) dan calon Ketua Umum PBNU, menyatakan komitmennya untuk melaksanakan dan mengawal tujuh arahan yang dikeluarkan oleh Kiai Sepuh NU. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Kiai Marsudi menganggap seruan moral yang muncul dari Lirboyo sebagai ungkapan kegelisahan yang mendalam, serta upaya untuk menyelamatkan organisasi dan jam'iyyah dari ancaman kerusakan moral. Ia menekankan bahwa keberanian untuk memulai pembenahan di internal NU sangatlah penting dan tidak bisa ditunda lagi.

“Tujuh arahan dari kiai sepuh ini harus dilaksanakan dalam Muktamar kali ini. Sebab jika tidak dimulai dari sekarang, mau kapan lagi? Kalau bukan kita yang melakukan, mau siapa lagi?” ungkap KH. Marsudi Syuhud dalam keterangannya kepada media pada Sabtu (29/8/2026).

Kekhawatiran Masyayikh Lirboyo

Lebih lanjut, Kiai Marsudi menjelaskan bahwa maklumat dari para Masyayikh Lirboyo mencerminkan kekhawatiran nyata terhadap dinamika yang terjadi di PBNU selama ini. “Ini adalah bentuk kegelisahan para Masyayikh. Jangan biarkan para kiai sepuh menangis melihat kondisi PBNU selama ini. Semoga ini menjadi senjata pusaka untuk menyelamatkan NU dan jam'iyyah-nya,” tambahnya.

Tujuh Poin Seruan untuk Muktamirin

Dalam rangka mengawal amanat dari kiai sepuh, KH. Marsudi Syuhud menekankan pentingnya bagi seluruh muktamirin (peserta Muktamar) untuk memahami dan memegang teguh tujuh poin seruan dari Pondok Pesantren Lirboyo:

  1. Penghentian Politisasi dan Transaksi Politik: Menghentikan segala bentuk manipulasi, rekayasa, serta praktik politik uang dalam Muktamar.
  2. Penolakan Intervensi Eksternal: Menolak dengan tegas segala kekuatan luar yang berupaya mengintervensi atau menunggangi agenda Muktamar ke-35 NU.
  3. Penegakan Khittah 1926: Mengembalikan NU pada rel perjuangan murni sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang independen.
  4. Musyawarah dan Kebijaksanaan Ulama: Mengedepankan tradisi tabayyun, musyawarah mufakat, serta penghormatan pada dawuh ulama sepuh dibandingkan rivalitas politik praktis.
  5. Menjaga Persatuan Jam'iyyah: Menghindari provokasi, perpecahan, dan pola dukung-mendukung yang tidak sehat yang dapat merusak ukhuwah Nahdliyin.
  6. Integritas Kepemimpinan: Memastikan calon kepemimpinan PBNU mendatang memiliki komitmen moral yang tinggi, berakhlak, dan teruji integritasnya.
  7. Penyelamatan Marwah NU: Menjadikan Muktamar sebagai ajang kebangkitan moral untuk menyelamatkan masa depan PBNU demi kemaslahatan umat dan bangsa.

Artikel Terkait