Update
Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM
News

--- Massa Demo DPR RI Kocar-kacir Usai Gas Air Mata Ditembakkan Polisi ---

--- Sejumlah demonstran di Gedung DPR RI, Jakarta, berhamburan meninggalkan lokasi setelah polisi menembakkan gas air mata pada Kamis malam, 27 Agustus 2026. ---

Bima Candrakumara 27 August 2026 28 pembaca jpnn.com jpnn.com
Polisi Tembakkan Gas Air Mata, Massa Demo DPR Berhamburan ke Pejompongan
Polisi Tembakkan Gas Air Mata, Massa Demo DPR Berhamburan ke Pejompongan
---TITLEEXCERPT--- Sejumlah demonstran di Gedung DPR RI, Jakarta, berhamburan meninggalkan lokasi setelah polisi menembakkan gas air mata pada Kamis malam, 27 Agustus 2026. ---CONTENT---

Sejumlah massa yang melakukan demonstrasi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, terlihat berlarian meninggalkan lokasi ketika aparat kepolisian melepaskan gas air mata pada malam hari, tepatnya pukul 19.15 WIB, Kamis (27/8/2026).

Massa yang semula berkumpul di area tersebut bergerak cepat menuju Jalan Pejompongan Raya dari arah Jalan Gatot Subroto, dan melanjutkan perjalanan hingga ke kawasan Gedung BNI Pejompongan. Ketika gas air mata ditembakkan dari arah depan Gedung DPR RI, banyak di antara mereka yang berpencar untuk menghindari paparan gas.

Kondisi di Lokasi Aksi

Beberapa demonstran memilih untuk melewati flyover menuju Slipi, sementara yang lainnya masuk ke jalan tol dan kemudian muncul di Jalan Pejompongan Raya. Kejadian ini membuat sejumlah peserta aksi terpaksa berhenti sejenak untuk beristirahat. Beberapa di antara mereka tampak dibopong oleh rekan-rekannya setelah meninggalkan lokasi aksi.

Di sekitar Jalan Pejompongan Raya, beberapa massa juga memilih untuk duduk di pedestrian. Paparan gas air mata terasa cukup menyengat hingga ke ruas jalan tersebut, sehingga pengendara yang melintas terlihat menutup hidung mereka sebagai upaya menghindari efek dari gas tersebut.

Situasi Setelah Aksi

Setelah situasi mulai membaik, massa kembali bergerak meninggalkan Jalan Pejompongan Raya menuju arah Karet. Kejadian ini menunjukkan dinamika yang terjadi dalam aksi demonstrasi tersebut, di mana ketegangan antara massa dan aparat keamanan terlihat jelas.

Artikel Terkait