Update
Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM
Ekonomi

Menteri Pertanian Optimis Target Swasembada Bawang Putih Tercapai dalam Tiga Tahun

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan keyakinannya bahwa pemerintah dapat mencapai target swasembada bawang putih dalam waktu tiga tahun, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Dewa Raka 15 August 2026 58 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Menteri Pertanian Optimis Target Swasembada Bawang Putih Tercapai dalam Tiga Tahun
cnnindonesia.com

Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah memiliki keyakinan tinggi untuk memenuhi target swasembada bawang putih dalam jangka waktu tiga tahun, sebagaimana yang diinginkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Sementara itu, untuk swasembada daging sapi, Amran menyebutkan bahwa target yang ditetapkan presiden lebih panjang, yaitu lima tahun.

Pernyataan tersebut disampaikan Amran usai Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI serta DPD RI mengungkapkan bahwa pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah untuk mencapai swasembada bawang putih, daging sapi, dan daging kerbau.

Karakteristik Bawang Putih

Amran menjelaskan bahwa bawang putih memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan komoditas pangan lainnya seperti padi dan jagung. Ia menekankan bahwa bibit bawang putih memerlukan masa dorman sekitar delapan bulan sebelum dapat ditanam. "Doakan [agar swasembada bisa tercapai], karena gini, bawang putih itu tantangannya ya, bawang putih itu harus dorman delapan bulan, tidak seperti padi jagung," ungkap Amran dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta Selatan, pada Jumat (14/8).

Oleh karena itu, pemerintah juga mempertimbangkan kondisi geografis dalam pengembangan produksi bawang putih. Amran menyatakan bahwa daerah dengan ketinggian sekitar 1.000-1.200 meter di atas permukaan laut dipilih sebagai sentra produksi. "Yang kedua adalah daerah ketinggian, makanya kami pilih Sembalun, tanggal 19 kita tanam bersama Kapolri seluruh Indonesia, kemudian [kami] pilih Kabupaten Humbang Hasundutan dengan Jawa Tengah ini jadikan sentra karena ketinggian dari permukaan laut itu adalah 1.000 sampai 1.200 [meter] itu paling bagus," jelasnya.

Optimisme Tercapainya Target

Amran menyatakan keyakinannya bahwa target swasembada bawang putih dalam tiga tahun dapat dicapai. Keyakinan ini didasarkan pada perbandingan skala produksi yang harus dikejar oleh pemerintah. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan untuk mencapai swasembada bawang putih berkisar 100 ribu ton, sementara pemerintah sebelumnya berhasil mengawal produksi beras dari lahan sawah seluas sekitar 7,4 juta hektare.

Amran menilai bahwa target bawang putih tersebut masih dalam skala yang dapat dicapai, meskipun ia mengingatkan bahwa hasil akhirnya sangat bergantung pada pelaksanaan di lapangan. "Jadi gini, yang 7 juta [hektare sawah untuk beras] saja bisa kita kawal [swasembada] oleh Bapak Presiden, 7,4 juta beras sawah hektare, apa lagi cuma 50-100 juta [hektare untuk bawang putih]. Kita berdoa, enggak boleh takabur," tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa sebelumnya pemerintah menargetkan swasembada beras dalam waktu empat tahun, tetapi realisasinya tercapai dalam waktu satu tahun. "Saya tidak pernah janji bahwa swasembada [beras] satu tahun. [Kemarin saya target swasembada beras] empat tahun kan, tapi Allah kasih satu tahun, jadi jangan takabur," ujarnya.

Sebelumnya, Prabowo menyatakan bahwa daging sapi dan daging kerbau masih menjadi komoditas yang belum mencapai swasembada. Sementara itu, daging ayam, telur, ikan, dan beberapa komoditas pangan lainnya sudah mampu memenuhi kebutuhan protein nasional dari produksi dalam negeri.

Di sisi lain, Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan dalam setahun terakhir, yaitu beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit. Capaian tersebut lebih cepat dari target pemerintah yang sebelumnya memproyeksikan swasembada pangan dalam waktu empat tahun. Namun, pemerintah masih menetapkan sejumlah target lanjutan, termasuk swasembada bawang putih dalam tiga tahun serta daging sapi dan daging kerbau.

Artikel Terkait