Update
Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM
News

Nellava Group dan Emas Now Ambil Tindakan Hukum Terkait Konten Negatif di Media Sosial

Nellava Group dan Emas Now telah resmi melaporkan sejumlah konten negatif di media sosial ke pihak kepolisian sebagai langkah hukum untuk melindungi perusahaan dan pemangku kepentingan.

Gyan Kusuma 05 September 2026 39 pembaca jpnn.com jpnn.com
Nellava Group dan Emas Now Tempuh Jalur Hukum Terkait Konten Negatif di Medsos
Nellava Group dan Emas Now Tempuh Jalur Hukum Terkait Konten Negatif di Medsos

Nellava Group dan Emas Now telah mengambil langkah hukum dengan mengajukan laporan kepada pihak kepolisian terkait berbagai konten serta aktivitas digital di media sosial dan platform ulasan yang dianggap merugikan perusahaan. Tindakan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menyelesaikan masalah melalui jalur resmi, serta melindungi kepentingan pelanggan, karyawan, mitra usaha, dan keberlangsungan perusahaan.

Perusahaan menegaskan bahwa laporan yang diajukan tidak berarti ada pihak tertentu yang telah terbukti melakukan pelanggaran. Semua bukti dan informasi pendukung akan disampaikan kepada pihak berwenang untuk diverifikasi sesuai dengan proses hukum yang berlaku.

Komitmen Terhadap Kritik yang Konstruktif

Manajemen perusahaan menyatakan bahwa langkah hukum ini tidak dimaksudkan untuk menghalangi kritik atau keluhan dari konsumen. Mereka tetap membuka saluran bagi pelanggan untuk menyampaikan pengalaman, kritik, dan pengaduan melalui kanal resmi. “Jika ada pelayanan yang kurang baik, kami ingin mengetahuinya. Jika ada kesalahan, kami akan mengevaluasi dan memperbaikinya. Kritik konsumen merupakan bagian penting dari proses perusahaan untuk berkembang,” ungkap Marketing Director Nellava Group, Alif Fauzan.

Fauzan juga menekankan bahwa kritik yang disampaikan secara wajar harus dibedakan dari informasi atau aktivitas digital yang kebenarannya masih perlu diverifikasi.

Aktivitas Bisnis Tetap Berlanjut

Di tengah proses hukum yang berjalan, Nellava Group dan Emas Now tetap melanjutkan aktivitas bisnis mereka dan berupaya meningkatkan kualitas layanan serta teknologi. Berdasarkan data operasional yang dirilis oleh manajemen, Nellava Bullion telah mencatat lebih dari 17.000 pesanan emas dan perak, dengan lebih dari 13.280 pengiriman yang berhasil, yang terdiri dari 1.280 pengiriman emas dan 12.000 pengiriman perak.

Nellava juga terus mengembangkan sistem perdagangan logam mulia yang lebih transparan dengan fitur seperti International Live Price dan standar kemurnian 999.9. Sementara itu, Emas Now berupaya memperluas ekosistemnya melalui integrasi berbagai platform seperti toko, website, aplikasi, dan marketplace. Dengan Emas Now SmartBuy, pelanggan dapat melakukan pembelian emas secara digital dengan sistem verifikasi dan pemantauan pesanan.

Ekosistem yang dibangun juga dilengkapi dengan berbagai layanan tambahan seperti Instant Cash, LIVE+, MAXI, dan LM+, memberikan masyarakat lebih banyak pilihan untuk membeli, menjual, dan bertransaksi logam mulia. Bagi perusahaan, perkembangan ini bukan hanya sekadar pencapaian bisnis, tetapi juga mencerminkan kepercayaan pelanggan dan pertumbuhan karyawan serta mitra bisnis.

Transparansi dan Kepercayaan di Sektor Emas

Perkembangan dalam perdagangan emas digital semakin menyoroti pentingnya transparansi harga, keamanan transaksi, keaslian produk, dan kualitas layanan. Nellava Group dan Emas Now berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan pengembangan dalam aspek pelayanan konsumen, teknologi, sistem operasional, verifikasi, serta komunikasi publik.

Perusahaan juga mengajak masyarakat untuk mendapatkan informasi melalui kanal resmi dan menggunakan mekanisme pengaduan yang ada jika menemui masalah dalam layanan. “Kami tidak menganggap diri kami sempurna. Kami masih terus belajar dan berbenah. Namun, kami percaya bahwa perusahaan yang telah dibangun bersama ribuan pelanggan memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga kepercayaan tersebut,” kata Fauzan.

Fauzan menegaskan bahwa perusahaan tidak akan menggunakan media sosial sebagai arena untuk saling menyerang. Bukti akan disampaikan kepada pihak berwenang, kritik akan diterima sebagai bahan evaluasi, dan pengaduan pelanggan akan ditangani melalui mekanisme yang ada. Proses hukum yang sedang berlangsung akan dihormati, namun fokus utama perusahaan tetap pada pelayanan pelanggan, meningkatkan transparansi, mengembangkan teknologi, dan membangun ekosistem perdagangan logam mulia yang lebih mudah diakses oleh masyarakat Indonesia.

Bagi Nellava Group dan Emas Now, masalah yang dihadapi saat ini adalah bagian dari proses hukum yang harus dihormati. Namun, aktivitas bisnis akan terus berjalan, karena kepercayaan dibangun bukan dalam sehari, dan tidak ditentukan oleh satu unggahan saja. Kepercayaan dibangun melalui tindakan yang dilakukan perusahaan setiap hari.

Artikel Terkait