Manajemen Wings Air telah mengumumkan penghentian mendadak operasional penerbangan ke dua kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat meluasnya sebaran abu vulkanis dari erupsi Gunung Ile Lewotolok pada Selasa, 8 September. Corporate Communications Strategic Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, menyampaikan informasi ini melalui keterangan resmi yang diterima di Kupang.
Pembatalan Penerbangan dan Penutupan Bandara
Danang mengungkapkan bahwa dua bandara yang terdampak adalah Bandar Udara Wunopito di Lewoleba, yang merupakan ibu kota Kabupaten Lembata, dan Bandar Udara Gewayantana di Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur. "Pembatalan penerbangan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan," ujarnya.
Pembatalan ini diambil setelah otoritas penerbangan mengeluarkan pemberitahuan mengenai penutupan sementara Bandar Udara Wunopito akibat dampak abu vulkanis. Berdasarkan NOTAM C1134/26 NOTAMR C1106/26, bandara tersebut ditutup mulai pukul 07.01 WIB pada 8 September hingga diperkirakan kembali beroperasi pada pukul 06.00 WIB pada 9 September 2026.
“Penutupan bandara itu dilakukan hingga besok hari Rabu pukul 06.00 WIB,” tambahnya. Penerbangan yang dibatalkan pada hari Selasa mencakup rute IW1995 dari Kupang ke Lewoleba yang dijadwalkan berangkat pukul 08.30 Wita dan IW1994 dari Lewoleba ke Kupang pada pukul 09.50 Wita. Selain itu, penerbangan IW1929 dari Kupang ke Larantuka yang dijadwalkan berangkat pukul 09.30 Wita dan IW1928 dari Larantuka ke Kupang pada pukul 10.50 Wita juga dibatalkan.
Informasi untuk Pelanggan dan Dampak Abu Vulkanis
Wings Air telah memberikan informasi kepada pelanggan yang terdampak dan menawarkan opsi perubahan jadwal penerbangan atau pengembalian dana tiket sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Danang juga menjelaskan bahwa abu vulkanis memiliki karakteristik yang berbeda dengan awan biasa, karena partikelnya sangat halus dan dapat terbawa angin hingga memasuki jalur penerbangan.
“Jika abu vulkanis berada di wilayah penerbangan, kondisi tersebut dapat mengurangi jarak pandang, mengganggu kinerja mesin dan sistem pesawat, serta berpotensi menyebabkan kerusakan pada komponen pesawat,” ujarnya. Oleh karena itu, penerbangan perlu dihentikan atau disesuaikan jika kondisi ruang udara dan bandar udara belum memenuhi persyaratan keselamatan.
Wings Air terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Lewotolok serta penyebaran abu vulkanis dan berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, pengelola bandar udara, BMKG, dan pihak terkait lainnya. "Penerbangan akan kembali dilayani setelah kondisi bandar udara dan ruang udara dinyatakan aman untuk operasional penerbangan," tutupnya.