Update
News

Pemeriksaan Kesehatan bagi Pengungsi Banjir di Aceh Selatan

Sebanyak 140 pengungsi yang terdampak banjir di Aceh Selatan menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi mereka. Tim medis memberikan pelayanan langsung di lokasi pengungsian.

Yoga Samadhi 02 November 2026 3 pembaca jpnn.com jpnn.com
Ratusan Pengungsi Banjir di Aceh Selatan Jalani Pemeriksaan Kesehatan
Ratusan Pengungsi Banjir di Aceh Selatan Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Di Kabupaten Aceh Selatan, sebanyak 140 pengungsi yang terimbas banjir di kawasan Trumon Raya menjalani pemeriksaan kesehatan. Kegiatan ini berlangsung di Kompi Brimob, Gampong Ie Jerineh, Kecamatan Trumon Tengah.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Ladang Rimba, Linda Kusuma, menjelaskan bahwa mereka bekerja sama dengan Dokkes Polres Aceh Selatan untuk memberikan layanan medis di lokasi pengungsian. "Kami berkolaborasi dengan Dokkes Polres Aceh Selatan memberikan pelayanan medis secara langsung di lokasi pengungsian. Ada sebanyak 140 pengungsi yang menjalani pemeriksaan kesehatan dengan sejumlah penyakit dikeluhkan para pengungsi," ujarnya.

Penyakit yang Dikeluhkan Pengungsi

Linda Kusuma mengungkapkan bahwa terdapat lima jenis penyakit yang paling sering dikeluhkan oleh para pengungsi, yaitu infeksi saluran pernapasan akut, dermatitis atau gangguan peradangan kulit, hipertensi, gastritis atau gangguan lambung, serta gout arthritis yang disebabkan oleh penumpukan asam urat.

Ia menambahkan bahwa tidak semua keluhan dapat diatasi hanya dengan pengobatan di posko pengungsian. Beberapa pengungsi memerlukan penanganan medis lebih lanjut dan dirujuk untuk mendapatkan perawatan di UPTD Puskesmas Ladang Rimba. "Untuk pengungsi yang kondisinya membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lanjutan, kami arahkan ke Puskesmas Ladang Rimba agar mendapatkan pelayanan medis sesuai kebutuhan," jelasnya.

Pelayanan Medis yang Siaga

Linda juga menyatakan bahwa tenaga kesehatan dari Puskesmas Ladang Rimba bersama dengan personel Dokkes Polres Aceh Selatan tetap bersiaga hingga malam hari di posko pengungsian. "Kehadiran petugas hingga malam hari menjadi penting, mengingat kondisi kesehatan pengungsi dapat berubah sewaktu-waktu, sementara sebagian warga masih harus bertahan di tempat pengungsian setelah rumah mereka terdampak banjir," tutupnya.

Artikel Terkait