Update
Teknologi

Transformasi Toko Gadget Menjadi Ruang Kreatif dan Sosial

Toko gadget kini bertransformasi menjadi tempat yang lebih dari sekadar berbelanja, dengan konsep yang mengutamakan pengalaman sosial dan kreatif bagi pengunjung.

Bima Candrakumara 02 November 2026 4 pembaca inews.id inews.id
Advertisement
Advertisement

JAKARTA, iNews.id – Toko gadget yang selama ini dikenal dengan etalase produk elektronik dan aktivitas pengunjung yang hanya melihat atau membeli ponsel kini mengalami perubahan signifikan. Saat ini, banyak toko teknologi yang didesain untuk menciptakan suasana nyaman bagi pengunjung, memungkinkan mereka untuk menikmati kopi, mengikuti workshop kreatif, hingga berkumpul dengan komunitas.

Perubahan ini menunjukkan bahwa pengalaman berbelanja tidak lagi hanya berfokus pada produk semata. Konsumen kini menginginkan suasana yang lebih menarik, aktivitas yang bervariasi, dan pengalaman yang berbeda saat mengunjungi toko. Oleh karena itu, banyak ruang ritel yang mulai menggabungkan unsur hiburan dan gaya hidup dengan teknologi.

Interaksi Lebih Dekat dengan Teknologi

Konsumen saat ini tidak hanya ingin mengetahui fitur dari sebuah perangkat melalui informasi di internet, tetapi juga ingin mencoba langsung dan merasakan bagaimana teknologi dapat mendukung kehidupan sehari-hari mereka. Kehadiran ruang yang lebih interaktif memberikan kesempatan bagi konsumen untuk melakukan berbagai kegiatan di luar transaksi jual beli, seperti menikmati minuman, berkreasi, hingga berpartisipasi dalam kegiatan komunitas.

Salah satu contoh nyata dari fenomena ini adalah Infinix Bali Flagship Concept Store yang terletak di Beachwalk Shopping Center, Bali. Chris Xu, Wakil Manajer Umum Infinix, menyatakan bahwa konsep toko ini dikembangkan untuk menghubungkan teknologi dengan kreativitas, seni, dan gaya hidup. "Pembukaan toko ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan global Infinix. Melalui flagship concept store pertama ini, kami ingin membawa filosofi Joy Tech melampaui inovasi produk, menjadi pengalaman nyata yang menghubungkan teknologi dengan kreativitas, seni, dan gaya hidup," ungkap Chris Xu.

Pengalaman Multisensori yang Menarik

Salah satu aspek menarik dari konsep ini adalah pendekatan pengalaman multisensori atau Five Senses Experience. Pengunjung tidak hanya melihat perangkat teknologi, tetapi juga dapat menikmati suara, menyentuh dan mencoba produk, mengenali aroma khas, serta menikmati kopi. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengalaman berbelanja dapat dirancang lebih personal, di mana teknologi diperkenalkan tidak hanya melalui angka dan spesifikasi, tetapi juga melalui suasana yang melibatkan berbagai indra pengunjung.

Di dalam toko juga terdapat instalasi robotic arm yang menjadi elemen visual menarik. Kehadiran perangkat ini menggabungkan unsur teknologi dengan desain kontemporer, memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan dengan toko gadget tradisional. Menariknya, ruang ritel ini juga mengintegrasikan aktivitas menikmati kopi dengan eksplorasi teknologi. Konsep n_x coffee disediakan sebagai tempat bagi pengunjung untuk bersantai, bercengkerama, atau sekadar beristirahat dari rutinitas sehari-hari.

Tidak hanya itu, ruang ritel ini juga dirancang untuk berbagai kegiatan kreatif dan komunitas. Berbagai aktivitas seperti fotografi, musik, fashion, olahraga, hingga gaming menjadi bagian dari konsep yang ingin dikembangkan. Rangkaian kegiatan yang diadakan pada 31 Oktober hingga 8 November 2026, mencakup workshop fotografi bersama komunitas, peracikan parfum, pembuatan aksesori ponsel, fashion show, hingga kegiatan sound yoga. Selain itu, terdapat juga kegiatan lari bersama dan kompetisi gaming yang menghubungkan pengunjung dengan komunitas olahraga dan esports.

Dengan demikian, toko teknologi tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk mengenal perangkat, tetapi juga sebagai ruang untuk menjalankan berbagai aktivitas sesuai minat. Konsep ini menunjukkan bahwa batas antara toko, tempat berkumpul, dan ruang kreativitas semakin kabur, memberikan lebih banyak alasan bagi pengunjung untuk datang meskipun tidak berencana membeli perangkat baru.

Selain menawarkan pengalaman gaya hidup, pendekatan ini tetap memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal ekosistem perangkat teknologi. Berbagai produk seperti smartphone, tablet, laptop, perangkat pintar, dan aksesori dapat dieksplorasi secara langsung. Ke depan, perpaduan antara teknologi dan gaya hidup seperti ini berpotensi menjadi salah satu pendekatan baru dalam menghadirkan pengalaman ritel, terutama di tengah banyaknya pilihan yang tersedia bagi konsumen untuk mencari informasi dan melakukan transaksi secara daring.

Oleh karena itu, pengalaman langsung yang tidak dapat sepenuhnya tergantikan oleh belanja online menjadi salah satu faktor yang membuat toko fisik tetap relevan. Ini bukan hanya tentang produk yang ditawarkan, tetapi juga pengalaman yang didapatkan selama berada di dalamnya.

Artikel Terkait