Update
Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia
News

Pemkab Pasaman Barat Menetapkan 7.275 Hektare Sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan

Pemkab Pasaman Barat telah menetapkan lahan seluas 7.275 hektare untuk pertanian pangan berkelanjutan guna mencegah alih fungsi lahan.

Lare Ayu 21 April 2026 10 pembaca liputan6.com liputan6.com
Pemkab Pasaman Barat Menetapkan 7.275 Hektare Sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
liputan6.com
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat telah menetapkan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) seluas 7.275 hektare. Keputusan ini diambil untuk mencegah alih fungsi lahan yang dapat berdampak negatif terhadap ketahanan pangan di daerah tersebut. Dengan adanya penetapan ini, diharapkan lahan yang ditentukan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pertanian. Langkah ini juga bertujuan untuk melindungi lahan pertanian dari konversi menjadi penggunaan lain, seperti pembangunan infrastruktur atau permukiman. Pihak pemerintah menyatakan bahwa perlunya menjaga keberlangsungan lahan pertanian sangat penting untuk meningkatkan produksi pangan lokal. Penetapan LP2B ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi petani dan masyarakat sekitar, serta mendukung program ketahanan pangan di Pasaman Barat. Keputusan ini merupakan langkah strategis dalam menjaga ketersediaan pangan di masa depan. Pemkab Pasaman Barat berkomitmen untuk terus memantau dan mengelola lahan pertanian agar tetap produktif dan berkelanjutan. Dengan penetapan ini, diharapkan akan ada perkembangan lebih lanjut dalam pengelolaan lahan pertanian yang berkelanjutan di wilayah tersebut.
Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait