Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah berupaya memperbaiki kerusakan infrastruktur yang disebabkan oleh gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada hari Sabtu, 15 Agustus. Hingga tanggal 20 Agustus, tercatat terdapat 94 titik jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan di berbagai ruas jalan nasional.
Berdasarkan data awal dari BPJN Nusa Tenggara Timur, kerusakan tersebut terdiri dari 75 titik longsoran, tiga titik jalan yang amblas, serta 16 jembatan dan duiker. Tim Satuan Tugas Tanggap Darurat Bencana dari Ditjen Bina Marga telah melakukan pemeriksaan terhadap 34 titik longsoran dan sembilan jembatan atau duiker yang terdampak.
Instruksi Menteri PU untuk Penanganan Cepat
Menteri PU, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa sejak hari pertama setelah gempa, pihaknya telah menginstruksikan jajaran balai di NTT untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mempercepat penanganan infrastruktur yang rusak. "Kesiapan personel, alat berat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan," jelas Dody.
Langkah-Langkah Perbaikan yang Dilakukan
Dody menegaskan bahwa penanganan dilakukan melalui berbagai langkah, seperti pembersihan material longsoran, pengamanan badan jalan, pemasangan rambu, hingga persiapan perbaikan permanen. Langkah-langkah ini termasuk penguatan lereng, pemasangan rock bolt, wire mesh, rockfall barrier, shotcrete, dan pembangunan dinding penahan tanah.
Beberapa titik yang terdampak terletak di ruas jalan Ruteng-Reo-Kedindi, Ruteng-Km 210, Km 210-Batas Kabupaten Manggarai, serta beberapa ruas di wilayah Ende. Di sisi lain, Kementerian PU memastikan bahwa 15 ruas jalan nasional yang terdampak gempa masih berfungsi dengan baik. Arus kendaraan, termasuk distribusi logistik dan bahan bakar, tetap berjalan lancar.