Update
Peresmian Renovasi Istana Gebang Dihiasi Amanat Bung Karno dan Pertunjukan Seni Tradisional Keresahan Guru Terkait Kebijakan Makan Bergizi Gratis Kericuhan dalam Diskusi di UGM, Wamen Sudaryono: Kami Hadir untuk Berdialog Gibran Terima Aspirasi Mahasiswa, Siap Sampaikan ke Presiden Prabowo UI Menanggapi Kontroversi Unggahan Persma Terkait LGBT Pentingnya Memasang AC dengan Tepat, Ahli Jelaskan Faktor yang Sering Terabaikan UBSI Siap Berpartisipasi dalam Global Youth Congress 2026 untuk Meningkatkan Kerja Sama Internasional di Thailand --- Aksi Pencopetan di PRJ Terekam CCTV, Polisi Gunakan Teknologi Canggih untuk Melacak Pelaku --- Kembali Beraksi, Mahasiswi UMY Raih Prestasi di Kompetisi Panjat Tebing Setelah Lama Vakum Istana Gebang Blitar: Ruang Edukasi Digital untuk Generasi Muda Peresmian Renovasi Istana Gebang Dihiasi Amanat Bung Karno dan Pertunjukan Seni Tradisional Keresahan Guru Terkait Kebijakan Makan Bergizi Gratis Kericuhan dalam Diskusi di UGM, Wamen Sudaryono: Kami Hadir untuk Berdialog Gibran Terima Aspirasi Mahasiswa, Siap Sampaikan ke Presiden Prabowo UI Menanggapi Kontroversi Unggahan Persma Terkait LGBT Pentingnya Memasang AC dengan Tepat, Ahli Jelaskan Faktor yang Sering Terabaikan UBSI Siap Berpartisipasi dalam Global Youth Congress 2026 untuk Meningkatkan Kerja Sama Internasional di Thailand --- Aksi Pencopetan di PRJ Terekam CCTV, Polisi Gunakan Teknologi Canggih untuk Melacak Pelaku --- Kembali Beraksi, Mahasiswi UMY Raih Prestasi di Kompetisi Panjat Tebing Setelah Lama Vakum Istana Gebang Blitar: Ruang Edukasi Digital untuk Generasi Muda
Politik

Peresmian Renovasi Istana Gebang Dihiasi Amanat Bung Karno dan Pertunjukan Seni Tradisional

Peresmian renovasi Istana Gebang di Blitar pada 15 Juni 2026 diwarnai dengan pembacaan amanat Bung Karno dan pertunjukan seni tradisional, termasuk Sendratari Garudheya.

Bima Candrakumara 16 June 2026 2 pembaca sorotpolitik.kompas.com sorotpolitik.kompas.com
Peresmian Renovasi Istana Gebang Dihiasi Amanat Bung Karno dan Pertunjukan Seni Tradisional
sorotpolitik.kompas.com

“Jika aku diberikan dua kehidupan oleh Tuhan, kedua kehidupan itu akan aku dedikasikan untuk pembangunan tanah air dan bangsa.” Pernyataan tersebut merupakan bagian dari pidato Presiden Soekarno yang diputar dalam acara peresmian renovasi rumah masa kecilnya, Istana Gebang, di Jalan Sultan Agung, Kota Blitar, pada Senin, 15 Juni 2026. Suara ikonik Bung Karno menggugah semangat lebih dari 2.000 kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan serta para tamu undangan yang memadati halaman Istana Gebang dan area sekitarnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Guntur Wahono, membacakan naskah Dedication of Life, yang merupakan wasiat serta falsafah hidup yang ditulis oleh Bung Karno pada 10 September 1966. Acara ini juga dilengkapi dengan hening cipta yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, serta pembacaan naskah Pancasila oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Blitar, Sugeng Praptono. Suasana yang khidmat ini menjadi latar sebelum Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, memberikan sambutannya.

Simbol Peresmian Renovasi

Puncak dari acara ditandai dengan penekanan tombol oleh Megawati, yang merupakan putri Bung Karno, sebagai simbol peresmian renovasi Istana Gebang yang dibiayai melalui gotong royong jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Bersamaan dengan itu, kain hitam di belakang panggung dibuka, memperlihatkan patung Bung Karno setinggi lima meter yang terbuat dari perunggu, menggambarkan sosok Bung Karno sedang duduk sambil membaca buku. Tepuk tangan dan sorakan meriah dari ribuan hadirin menutup serangkaian acara yang disebut oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH Said Abdullah, sebagai puncak peringatan Bulan Bung Karno 2026.

Pertunjukan Seni Tradisional

Peresmian renovasi Istana Gebang juga dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan seni tradisional. Salah satu yang ditampilkan adalah Tari Grebeg Pancasila yang dibawakan oleh tujuh penari di awal acara. Albert Yonathan, selaku koreografer Tari Grebeg Pancasila, menjelaskan bahwa tarian ini melambangkan semangat generasi muda dalam menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa. "Tarian ini juga menggambarkan semangat generasi muda dalam merawat budaya sebagai jati diri bangsa," ungkap Albert.

Selain itu, panggung peresmian dimeriahkan oleh Sendratari Sang Garudheya yang dipentaskan oleh Sanggar Tari Patrialoka Blitar. Galeh Robibinur, penata musik, menjelaskan bahwa kisah Sang Garudheya berasal dari kontemplasi Bung Karno saat menerima usulan Burung Garuda sebagai lambang negara, yang mengingatkannya pada kisah Samudra Manthana dalam mitologi, di mana Garuda berhasil membebaskan ibunya dari perbudakan. "Kisah itulah yang diperagakan dalam Sendratari Sang Garudheya," kata Galeh.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, juga menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara yang berhasil terlaksana berkat kerja keras dan gotong royong seluruh jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur serta DPC PDI Perjuangan Kota dan Kabupaten Blitar. "Alhamdulillah rangkaian acara berjalan lancar dan kami tadi melihat senyum di bibir Ibu Ketua Umum (Megawati). Ini menjadi kebanggaan bagi kami," ujar Deni.

Artikel Terkait