Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengumumkan bahwa penutupan delapan bandara yang terpengaruh erupsi Gunung Anak Krakatau diperpanjang hingga pukul 09.00 WIB pada hari ini, Senin (7/9).
Bandara yang ditutup meliputi Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, Bandara Radin Inten II di Lampung, serta Bandara Husein Sastranegara di Bandung. Selain itu, Bandara Budiarto Curug di Tangerang, Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, dan Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan juga termasuk dalam daftar penutupan.
Pernyataan Menteri Perhubungan
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan bahwa pengoperasian kembali bandara-bandara yang terdampak abu vulkanik akan dilakukan setelah keselamatan penerbangan dapat dipastikan. Ia menambahkan, "Keselamatan menjadi prioritas kita. Kami melihat situasi terakhir berdasarkan informasi yang diberikan BMKG. Jadi kami belum bisa memastikan kapan akan berakhir karena cuaca terlalu dinamis."
Dudy juga menjelaskan bahwa penutupan ini diperpanjang demi keselamatan penerbangan dan sesuai dengan NOTAM A3368/26 yang berlaku hingga pukul 08.59 WIB.
Monitoring Aktivitas Vulkanik
Saat ini, Kemenhub terus memantau aktivitas dan penyebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau. Salah satu langkah yang diambil adalah melakukan pengujian setiap 30 menit di seluruh bandara untuk mengevaluasi apakah penyebaran abu semakin meluas atau berkurang.
Apabila kondisi sudah kembali normal dan bandara dapat beroperasi, Dudy menegaskan bahwa pemeriksaan akan dilakukan pada pesawat yang akan digunakan. Ia menambahkan, "Biasanya semua airlines sudah menyiapkan. Kalau ada apa-apa, jika harus menginap, mereka akan tutup mesinnya. Itu pun nanti kalau misalnya (bandara) sudah buka, mereka harus melakukan pemeriksaan dulu sebelum beroperasi untuk memastikan tidak ada debu di mesin." Dudy menekankan pentingnya pemeriksaan untuk memastikan keselamatan penerbangan sebelum beroperasi kembali.