Update
News

--- Prabowo Usulkan Pembentukan Pengadilan Ad Hoc untuk Menyelidiki Direksi BUMN Selama 30 Tahun Terakhir ---

--- Presiden Prabowo Subianto mengusulkan pembentukan pengadilan ad hoc untuk menyelidiki para pemimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjabat dalam tiga dekade terakhir. Usulan tersebut disamp...

Aruna Sasmita 14 August 2026 68 pembaca jpnn.com jpnn.com
Prabowo Wacanakan Bentuk Pengadilan Ad Hoc untuk Usut Direksi BUMN 30 Tahun Terakhir
Prabowo Wacanakan Bentuk Pengadilan Ad Hoc untuk Usut Direksi BUMN 30 Tahun Terakhir
---TITLEEXCERPT--- Presiden Prabowo Subianto mengusulkan pembentukan pengadilan ad hoc untuk menyelidiki para pemimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjabat dalam tiga dekade terakhir. Usulan tersebut disampaikan dalam Sidang Tahunan DPR/MPR di Jakarta. ---CONTENT---

Presiden Prabowo Subianto mengemukakan rencananya untuk membentuk pengadilan ad hoc yang ditujukan bagi para pemimpin dan direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang telah menjabat selama 30 tahun terakhir. Pernyataan ini disampaikan saat pidato dalam Sidang Tahunan DPR/MPR di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta Pusat, pada hari Jumat, 14 Agustus.

Prabowo menegaskan, "Pengadilan ad hoc khusus untuk bisa kita usut pengurus-pengurus direksi 30 tahun ke belakang mungkin." Ia menyoroti bahwa Indonesia memiliki jumlah BUMN yang cukup banyak, mencapai 1.074 perusahaan, namun banyak di antaranya yang tidak beroperasi secara produktif dan terus mengalami kerugian.

Banyak BUMN Tidak Produktif

Menurut Prabowo, terdapat banyak BUMN yang tidak memberikan kontribusi positif dan terus merugi, meskipun laporan keuangannya menunjukkan keuntungan yang tidak realistis. "Banyak BUMN yang tidak produktif, rugi terus tapi laporannya untung, ngarang aja itu untungnya itu," ungkapnya.

Prabowo juga mengakui bahwa ia pernah menghadapi masalah dengan perusahaan asing yang berkolaborasi dengan BUMN. Dalam upayanya untuk memperbaiki situasi ini, Ketua Umum Partai Gerindra tersebut telah mengambil langkah untuk menutup ratusan BUMN yang dianggap tidak produktif.

Target Pengurangan Jumlah BUMN

Dengan bangga, Prabowo melaporkan kepada majelis yang terhormat bahwa hingga saat ini, 290 BUMN telah ditutup. Ia menargetkan bahwa pada 31 Desember 2026, jumlah BUMN yang tersisa di Indonesia akan berkurang menjadi sekitar 300. "750 BUMN lebih akan kita tutup, hanya yang produktif," tambahnya.

Artikel Terkait