Pemerintah Indonesia tengah merancang langkah-langkah untuk membangun kembali Desa Adat Sade di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, setelah kawasan tersebut mengalami kebakaran pada malam hari, Sabtu (22/8). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa rincian mengenai rencana rekonstruksi belum dapat diungkapkan secara mendalam karena insiden kebakaran tersebut baru terjadi dua hari yang lalu.
"Kebakarannya baru kemarin baru dua hari, nanti tentu akan dibahas untuk rekonstruksi," ungkap Airlangga saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, pada Senin (24/8). Ia menegaskan bahwa diskusi mengenai teknis perbaikan Desa Adat Sade akan dilakukan secara lebih mendalam dengan melibatkan kementerian-kementerian terkait.
Koordinasi Antar Kementerian
Airlangga memastikan bahwa pembahasan mengenai proses rekonstruksi akan melibatkan kementerian teknis. "Iya nanti dibahas dengan kementerian teknis," tambahnya. Selain fokus pada rekonstruksi, pemerintah juga berencana untuk melakukan rehabilitasi pembiayaan, mengingat mayoritas penduduk desa tersebut adalah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Alokasi anggaran untuk memulihkan kawasan Desa Sade juga akan dibahas bersama Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. "Rehabilitasi nanti kita carikan yang berbeda. Nanti akan dibahas dengan menteri keuangan," jelas Airlangga.
Pemulihan Sektor Pariwisata
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait dalam upaya pemulihan sektor pariwisata di Kampung Adat Sade. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat adat akan bekerja sama untuk memastikan Desa Adat Sade dapat direkonstruksi secepatnya.
"Prioritas kita sekarang adalah masyarakat. Setelah kondisi darurat tertangani, kita akan bersama-sama memikirkan pemulihannya. Kita ingin Sade bangkit kembali tanpa kehilangan jati dirinya sebagai ruang hidup dan warisan budaya masyarakat Sasak," ujar Widiyanti dalam siaran pers pada Minggu (23/8).
Kebakaran tersebut mengakibatkan seluruh rumah adat di kawasan itu terbakar habis. Menurut data yang ada, sebanyak 129 rumah mengalami kerusakan total akibat kebakaran. Rumah-rumah di Desa Adat Sade yang terbuat dari atap ilalang dan dinding bambu membuat api dengan cepat menyebar.
Setelah kebakaran, bantuan berupa makanan, selimut, dan tenda terus mengalir untuk membantu warga yang terdampak. Beberapa dari mereka yang kehilangan tempat tinggal terpaksa mengungsi ke rumah kerabat. "Tidak ada yang kedinginan dan kelaparan. Kami punya keluarga, kami bisa tinggal sementara di sana," kata Ketua Pokdarwis Desa Adat Sade, Sanah Ardinata.
Namun, dampak kebakaran tidak hanya membuat warga kehilangan tempat tinggal, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi mereka, karena sebagian besar penduduk mengandalkan penghasilan dari sektor pariwisata. "Semoga Desa Adat Sade ini bisa dibangun kembali. Kami kehilangan rumah dan kehilangan lapangan pekerjaan," tambahnya.
Ardinata juga menekankan pentingnya Desa Adat Sade bagi masyarakat Sasak, karena merupakan salah satu kampung adat yang masih ada di Pulau Lombok. "Yang mana kampung kami ini kampung desa adat yang tersisa di Pulau Lombok. Jadi ini adalah kebanggaan kami yang merupakan warisan leluhur," imbuhnya.
Selama ini, Desa Adat Sade dikenal sebagai salah satu destinasi wisata yang populer di Lombok, dengan tradisi dan kehidupan masyarakat Suku Sasak yang masih terjaga. Kebakaran yang terjadi pada Sabtu malam telah menyebabkan kerusakan signifikan pada salah satu kawasan budaya yang penting tersebut.