Update
Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM
Ekonomi

--- Rencana Pemulihan Desa Sade NTB Pasca Kebakaran ---

--- Pemerintah pusat berencana untuk melakukan rekonstruksi Desa Adat Sade di Lombok Tengah, NTB, yang mengalami kebakaran pada Sabtu malam. Proses pemulihan ini akan melibatkan berbagai kementerian t...

Eko Prasetyo 24 August 2026 64 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Pemerintah pusat menyiapkan rencana rekonstruksi kawasan Desa Adat Sade di Lombok Tengah, NTB, usai dilanda musibah kebakaran pada Sabtu (22/8) malam. (REUTERS/Stringer).
Pemerintah pusat menyiapkan rencana rekonstruksi kawasan Desa Adat Sade di Lombok Tengah, NTB, usai dilanda musibah kebakaran pada Sabtu (22/8) malam. (REUTERS/Stringer).
---TITLEEXCERPT--- Pemerintah pusat berencana untuk melakukan rekonstruksi Desa Adat Sade di Lombok Tengah, NTB, yang mengalami kebakaran pada Sabtu malam. Proses pemulihan ini akan melibatkan berbagai kementerian terkait. ---CONTENT---

Pemerintah Indonesia tengah merancang langkah-langkah untuk membangun kembali Desa Adat Sade di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, setelah kawasan tersebut mengalami kebakaran pada malam hari, Sabtu (22/8). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa rincian mengenai rencana rekonstruksi belum dapat diungkapkan secara mendalam karena insiden kebakaran tersebut baru terjadi dua hari yang lalu.

"Kebakarannya baru kemarin baru dua hari, nanti tentu akan dibahas untuk rekonstruksi," ungkap Airlangga saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, pada Senin (24/8). Ia menegaskan bahwa diskusi mengenai teknis perbaikan Desa Adat Sade akan dilakukan secara lebih mendalam dengan melibatkan kementerian-kementerian terkait.

Koordinasi Antar Kementerian

Airlangga memastikan bahwa pembahasan mengenai proses rekonstruksi akan melibatkan kementerian teknis. "Iya nanti dibahas dengan kementerian teknis," tambahnya. Selain fokus pada rekonstruksi, pemerintah juga berencana untuk melakukan rehabilitasi pembiayaan, mengingat mayoritas penduduk desa tersebut adalah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Alokasi anggaran untuk memulihkan kawasan Desa Sade juga akan dibahas bersama Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. "Rehabilitasi nanti kita carikan yang berbeda. Nanti akan dibahas dengan menteri keuangan," jelas Airlangga.

Pemulihan Sektor Pariwisata

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait dalam upaya pemulihan sektor pariwisata di Kampung Adat Sade. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat adat akan bekerja sama untuk memastikan Desa Adat Sade dapat direkonstruksi secepatnya.

"Prioritas kita sekarang adalah masyarakat. Setelah kondisi darurat tertangani, kita akan bersama-sama memikirkan pemulihannya. Kita ingin Sade bangkit kembali tanpa kehilangan jati dirinya sebagai ruang hidup dan warisan budaya masyarakat Sasak," ujar Widiyanti dalam siaran pers pada Minggu (23/8).

Kebakaran tersebut mengakibatkan seluruh rumah adat di kawasan itu terbakar habis. Menurut data yang ada, sebanyak 129 rumah mengalami kerusakan total akibat kebakaran. Rumah-rumah di Desa Adat Sade yang terbuat dari atap ilalang dan dinding bambu membuat api dengan cepat menyebar.

Setelah kebakaran, bantuan berupa makanan, selimut, dan tenda terus mengalir untuk membantu warga yang terdampak. Beberapa dari mereka yang kehilangan tempat tinggal terpaksa mengungsi ke rumah kerabat. "Tidak ada yang kedinginan dan kelaparan. Kami punya keluarga, kami bisa tinggal sementara di sana," kata Ketua Pokdarwis Desa Adat Sade, Sanah Ardinata.

Namun, dampak kebakaran tidak hanya membuat warga kehilangan tempat tinggal, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi mereka, karena sebagian besar penduduk mengandalkan penghasilan dari sektor pariwisata. "Semoga Desa Adat Sade ini bisa dibangun kembali. Kami kehilangan rumah dan kehilangan lapangan pekerjaan," tambahnya.

Ardinata juga menekankan pentingnya Desa Adat Sade bagi masyarakat Sasak, karena merupakan salah satu kampung adat yang masih ada di Pulau Lombok. "Yang mana kampung kami ini kampung desa adat yang tersisa di Pulau Lombok. Jadi ini adalah kebanggaan kami yang merupakan warisan leluhur," imbuhnya.

Selama ini, Desa Adat Sade dikenal sebagai salah satu destinasi wisata yang populer di Lombok, dengan tradisi dan kehidupan masyarakat Suku Sasak yang masih terjaga. Kebakaran yang terjadi pada Sabtu malam telah menyebabkan kerusakan signifikan pada salah satu kawasan budaya yang penting tersebut.

Artikel Terkait