Jakarta, CNN Indonesia -- Pada perdagangan sore hari Rabu (26/8), nilai tukar rupiah berada di angka Rp17.725 per dolar AS, mengalami penurunan sebesar 2 poin atau 0,01 persen dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya. Penurunan nilai rupiah ini terjadi di tengah pergerakan mata uang di kawasan Asia yang menunjukkan hasil yang bervariasi terhadap dolar AS.
Fluktuasi Mata Uang di Kawasan Asia
Dalam pergerakan mata uang di Asia, yuan China mengalami penguatan sebesar 0,01 persen, sementara ringgit Malaysia mengalami penurunan sebesar 0,46 persen. Dolar Singapura juga turun 0,02 persen, sedangkan yen Jepang mengalami apresiasi sebesar 0,13 persen. Di sisi lain, won Korea Selatan tercatat minus 0,11 persen, peso Filipina naik 0,14 persen, dan dolar Hong Kong melemah 0,02 persen terhadap dolar AS.
Kondisi Mata Uang Utama Negara Maju
Di antara mata uang utama negara maju, mayoritas juga menunjukkan pelemahan terhadap dolar AS. Euro Eropa turun 0,02 persen, poundsterling Inggris melemah 0,10 persen, dolar Australia mengalami apresiasi sebesar 0,27 persen, dolar Kanada minus 0,15 persen, dan franc Swiss melemah 0,20 persen.
Analis mata uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa penurunan nilai rupiah terhadap dolar AS disebabkan oleh sikap investor yang cenderung menunggu dan melihat di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai rencana aksi demonstrasi besar-besaran yang akan berlangsung di Jakarta pada Kamis (27/8). "Rupiah ditutup melemah tipis juga seiring dengan indeks dolar AS sendiri juga terpantau datar dengan investor mengantisipasi data inflasi PCE dan PDB AS malam ini," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (26/8).
[Gambas:Video CNN]