Jakarta, CNN Indonesia -- Pada Jumat (21/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan sebesar 24,10 poin atau 0,37 persen, berada di level 6.525. Total transaksi yang dilakukan investor mencapai Rp17,47 triliun dengan volume perdagangan mencapai 59,12 miliar saham. Selama sepekan terakhir, IHSG menunjukkan tren penguatan selama tiga hari, sementara satu hari lainnya mengalami penurunan, sehingga total penguatan indeks mencapai 3,55 persen.
Kautsar Primadi Nurahmad, Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), menyatakan bahwa periode perdagangan saham dari tanggal 18 hingga 21 Agustus 2026 ditutup dengan hasil positif. Selama periode tersebut, kapitalisasi pasar bursa meningkat sebesar 1,83 persen, dari Rp11.243 triliun menjadi Rp11.449 triliun. Rata-rata volume transaksi harian juga naik 47,90 persen, dari 34,01 miliar menjadi 50,30 miliar lembar saham. Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian meningkat 2,36 persen, dari Rp15,21 triliun menjadi Rp15,57 triliun, dan frekuensi transaksi harian naik 5,52 persen, dari 2,09 juta menjadi 2,21 juta transaksi pada akhir pekan lalu.
Proyeksi Pergerakan IHSG
Oktavianus Audi, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, memperkirakan bahwa IHSG akan mengalami penguatan terbatas pada perdagangan hari ini. Ia memprediksi indeks akan bergerak dalam rentang support 6.450 dan resistance 6.620. Menurutnya, pergerakan pasar akan dipengaruhi oleh berbagai sentimen baik dari dalam maupun luar negeri. Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi adalah potensi pelemahan dolar AS seiring dengan rencana buyback bonds oleh pemerintah AS.
“Pasar akan dipengaruhi sentimen berikut: potensi berlanjutnya pelemahan dolar AS seiring dengan buyback bonds plan oleh US yang mendorong kenaikan pada harga emas seiring dengan lemahnya intervensi terhadap yield US Treasury, khususnya tenor panjang,” jelas Oktavianus. Pelemahan dolar AS berpotensi mendorong investor untuk mengalihkan dana dari aset berbasis dolar ke aset safe haven, seperti emas dan perak, yang dapat berdampak positif bagi emiten produsen emas di dalam negeri.
Selain itu, harga minyak mentah juga terus mengalami penguatan akibat ketegangan geopolitik yang tinggi di Timur Tengah, ditambah dengan keputusan Uni Emirat Arab (UAE) untuk memutus hubungan ekonomi dengan Iran. “Hal ini berdampak pada kekhawatiran inflasi yang akan kembali meningkat,” tambahnya. Dari sisi domestik, pergerakan nilai tukar rupiah juga menjadi perhatian pasar, dengan rupiah bergerak di level Rp17.647 per dolar AS.
Saham-Saham yang Direkomendasikan
Oktavianus merekomendasikan beberapa saham untuk diperhatikan. Pertama, saham PT Antam (Persero) Tbk atau ANTM, yang ditutup menguat 0,96 persen ke posisi 3.170 pada pekan lalu, diprediksi dapat menyentuh level 3.370. Kedua, saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau AMRT, yang ditutup menguat 4,73 persen ke posisi 1.440, diperkirakan dapat mencapai level 1.560. Ketiga, saham PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA, yang ditutup menguat 0,78 persen ke posisi 6.450, diproyeksikan dapat menyentuh level 6.750.
Sementara itu, Herditya Wicaksana, Analis Teknikal MNC Sekuritas, juga memprediksi IHSG masih berpotensi menguat dalam sepekan ke depan, dengan level support 6.373 dan resistance 6.628. Herditya menambahkan bahwa pergerakan IHSG akan tetap memiliki ruang untuk menguat, dan sejumlah sentimen global serta domestik akan menjadi perhatian investor dalam menentukan arah pasar.
“Untuk sentimen diperkirakan akan dipengaruhi oleh investor yang akan mencermati adanya Jackson Hole Symposium yang akan memberikan arah kebijakan The Fed ke depannya,” ungkap Herditya. Jackson Hole Symposium menjadi fokus utama karena agenda tersebut dapat memberikan petunjuk mengenai kebijakan bank sentral AS ke depan. Selain itu, investor juga akan memperhatikan rebalancing indeks MSCI yang dijadwalkan efektif pada awal September mendatang.
Dari sisi komoditas, harga emas dan minyak mentah dunia juga berpotensi menguat, yang akan menjadi perhatian investor dalam sepekan ke depan. Herditya merekomendasikan beberapa saham, seperti PT Fore Kopi Indonesia Tbk atau FORE, yang ditutup menguat 1,84 persen ke level 830, diprediksi dapat menyentuh level 915. Selain itu, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk atau MBMA, yang ditutup di level 565, diproyeksikan dapat mencapai level 660, serta saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau TLKM, yang ditutup di level 2.610, diperkirakan dapat menyentuh level 2.840.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dimaksudkan untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.