Update
Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM
News

--- Survei IPO: Tingkat Ketidakpuasan Publik Terhadap Program Makan Bergizi Gratis ---

--- Survei yang dilakukan oleh Indonesia Political Opinion menunjukkan bahwa 63 persen responden tidak puas dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meskipun banyak yang mengetahui progr...

Aruna Sasmita 09 August 2026 61 pembaca jpnn.com jpnn.com
Survei IPO: Sebanyak 63 persen Tidak Puas Pelaksanaan MBG
Survei IPO: Sebanyak 63 persen Tidak Puas Pelaksanaan MBG
---TITLEEXCERPT--- Survei yang dilakukan oleh Indonesia Political Opinion menunjukkan bahwa 63 persen responden tidak puas dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meskipun banyak yang mengetahui program ini, kepuasan publik terhadapnya masih rendah. ---CONTENT---

Indonesia Political Opinion (IPO) melaksanakan survei mengenai Evaluasi Kebijakan Publik dan Stabilitas Sosial-Politik Nasional yang diumumkan pada Sabtu, 8 Agustus. Salah satu fokus survei ini adalah tingkat kepuasan masyarakat terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas pemerintah Prabowo.

Survei menunjukkan bahwa 77 persen responden telah mengetahui tentang program MBG, baik sebagai penerima manfaat (22 persen), bukan penerima manfaat (41 persen), atau hanya mendengar dari orang lain (14 persen). Hanya 21 persen responden yang tidak mengetahui program ini secara langsung, dan tiga persen di antaranya sama sekali tidak pernah mendengar tentang MBG. IPO menyatakan bahwa sosialisasi program ini telah berhasil menjangkau sebagian besar masyarakat.

Tingkat Ketidakpuasan Publik

Namun, hasil survei juga mengungkapkan bahwa 63 persen responden merasa tidak puas atau sangat tidak puas dengan pelaksanaan program MBG. Dari jumlah tersebut, 51 persen menyatakan tidak puas, sementara 12 persen sangat tidak puas. Hanya 26 persen responden yang merasa puas atau sangat puas, dengan rincian 25 persen puas dan satu persen sangat puas.

Keyakinan Terhadap Keberlanjutan Program

IPO juga menilai keyakinan responden mengenai keberlanjutan program MBG, di mana 42 persen merasa sangat yakin program ini akan berlanjut. Sementara itu, 23 persen responden yakin, 14 persen tidak yakin, 12 persen sangat tidak yakin, dan sembilan persen tidak memberikan jawaban.

Dalam hal perlunya program MBG dilanjutkan, hanya sembilan persen responden yang merasa perlu dilanjutkan dengan evaluasi. Tujuh persen berpendapat program ini perlu diteruskan karena banyak siswa yang membutuhkannya, sementara sebelas persen merasa program MBG sebaiknya dalam bentuk uang tunai. Delapan persen lainnya berpendapat bahwa program ini perlu dikelola oleh sekolah.

Di sisi lain, 24 persen responden merasa program MBG tidak perlu dilanjutkan karena dianggap sebagai pemborosan. Enam belas persen menyatakan bahwa program ini tidak perlu dilanjutkan karena terdapat banyak masalah dalam tata kelola, sedangkan 21 persen berpendapat bahwa program ini berpotensi menjadi lahan korupsi. Tiga persen responden lainnya menyarankan agar program ini dihentikan sama sekali.

Artikel Terkait