Update
Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen
News

TelkomGroup Berikan Bantuan Senilai Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

PT Telkom Indonesia bersama TelkomGroup menyalurkan bantuan kemanusiaan mencapai Rp 1,3 miliar untuk masyarakat yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur.

Karim Abinaya 25 August 2026 80 pembaca jpnn.com jpnn.com
TelkomGroup Salurkan Bantuan hingga Rp1,3 Miliar untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT
TelkomGroup Salurkan Bantuan hingga Rp1,3 Miliar untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, melalui TelkomGroup, telah menyalurkan bantuan kemanusiaan dengan total nilai mencapai Rp 1,3 miliar untuk masyarakat yang terkena dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyaluran bantuan ini dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi di lebih dari 10 wilayah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat dan proses pemulihan setelah bencana.

Sejak bantuan pertama disalurkan, TelkomGroup bekerja sama dengan Danantara, BP BUMN, BNPB, BPBD setempat, Kementerian Kesehatan, dan berbagai pihak lainnya untuk memetakan kebutuhan masyarakat, menentukan cakupan wilayah, serta merancang skema penyaluran yang tepat. Hal ini bertujuan agar dukungan yang diberikan dapat dilakukan secara terukur dan tepat sasaran.

Komitmen TelkomGroup dalam Situasi Darurat

Hery Susanto, SGM Social Responsibility Telkom, menyatakan bahwa kehadiran TelkomGroup dalam situasi bencana adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk membantu masyarakat agar dapat bangkit dan kembali melaksanakan aktivitas sehari-hari. "Bantuan yang kami salurkan merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Kami berharap dukungan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di NTT dan menjadi bagian dari proses pemulihan mereka," ungkap Hery.

Dalam proses penyaluran bantuan ini, TelkomGroup terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memahami kebutuhan masyarakat di lapangan dan mengidentifikasi dukungan yang dapat diberikan secara tepat dan optimal. Melalui Posko BNPB Halim, bantuan disalurkan pada tanggal 18 dan 20 Agustus 2026, yang mencakup paket sembako, logistik rumah tangga, perlengkapan bayi dan anak, obat-obatan, serta kebutuhan kebersihan. Dari kedua tahap tersebut, total bantuan yang didistribusikan mencapai 3,65 ton dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama di lokasi pengungsian.

Perluasan Bantuan ke Wilayah Terpencil

Selanjutnya, dukungan juga diperluas ke beberapa daerah seperti Nagekeo, Reo, Ruteng, Maumere, Bima, Lewur, dan Lambelada Selatan. Penyaluran dilakukan melalui koordinasi dengan BPBD setempat dan posko pengungsian untuk memastikan bantuan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Untuk menjangkau masyarakat di daerah terisolir seperti Londar Pesisir Utara, Desa Sarae Naru, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, TelkomGroup menyalurkan bantuan melalui jalur laut.

Selain bantuan logistik, TelkomGroup juga memenuhi kebutuhan masyarakat di lokasi pengungsian dengan menyediakan dukungan dapur umum, layanan kesehatan, dan penyediaan air bersih. Di Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai, TelkomGroup mendukung operasional dapur umum bagi sekitar 1.100 jiwa, serta posko kesehatan dan penyediaan obat-obatan di Desa Golo Mendo. Sementara itu, di Desa Wudi, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, TelkomGroup juga mendukung operasional dapur umum serta suplai air bersih yang sangat dibutuhkan.

Untuk memperkuat layanan kesehatan, TelkomGroup telah menyiapkan bantuan melalui Kementerian Kesehatan berupa alat laboratorium dan unit sanitasi portable yang direncanakan akan didistribusikan pada 27 Agustus 2026. Bagi TelkomGroup, dukungan kepada masyarakat yang terdampak bencana tidak hanya berhenti pada masa tanggap darurat, tetapi akan berlanjut seiring dengan kebutuhan masyarakat yang memasuki fase pemulihan.

Melalui koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, TelkomGroup terus mengarahkan dukungan pada kebutuhan yang relevan di lapangan, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga dukungan terhadap layanan kesehatan dan operasional dapur umum. Dengan semangat 'Bersama Jadi Bisa', TelkomGroup berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat NTT dalam proses pemulihan setelah bencana. Lebih dari sekadar bantuan dalam situasi darurat, langkah ini merupakan upaya TelkomGroup untuk memperkuat semangat, menumbuhkan optimisme, dan menjaga harapan masyarakat NTT di tengah proses pemulihan pascabencana.

Artikel Terkait