Update
Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor
Teknologi

Ubisoft Menyangkal Bocoran Assassin's Creed Invictus: Kecerdasan Buatan dalam Sorotan

Ubisoft telah menanggapi bocoran gambar Assassin's Creed Invictus yang viral, menegaskan bahwa gambar tersebut telah dimanipulasi dengan teknologi AI. Insiden ini mengungkap tantangan dalam membedakan...

Rimba Amarta 07 May 2026 35 pembaca suara.com suara.com
Iustrasi Game Assassins Creed. (YouTube Ubisoft)
Iustrasi Game Assassins Creed. (YouTube Ubisoft)

Ubisoft baru-baru ini membantah bocoran gambar yang beredar mengenai Assassin's Creed Invictus, yang menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar. Drama ini melibatkan penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk memanipulasi gambar, menyoroti kompleksitas informasi dalam dunia game saat ini.

Peristiwa ini dimulai ketika seorang pengguna dengan nama J0nathan memposting sebuah tangkapan layar yang diklaim sebagai tampilan perdana Invictus. Gambar tersebut menampilkan karakter dalam sebuah arena yang belum sepenuhnya selesai, ciri khas dari permainan yang masih dalam tahap pengembangan awal. Tak lama setelah itu, akun resmi Assassin's Creed di X (dulu Twitter) memberikan tanggapan langsung terhadap bocoran tersebut.

Tanggapan Ubisoft terhadap Bocoran

Ubisoft tidak hanya membantah keaslian gambar tersebut, tetapi juga menuduh bahwa gambar itu telah dimodifikasi. Dalam pernyataannya, mereka menyatakan, "Usaha yang bagus... Ini mungkin awalnya adalah gambar dari uji coba pribadi kami, tetapi telah banyak diubah (kemungkinan besar dengan AI). Menyebarkan informasi yang salah bukanlah hal yang baik." Tanggapan ini menunjukkan betapa seriusnya Ubisoft dalam menangani isu kebocoran informasi.

Secara mengejutkan, J0nathan kemudian mengakui bahwa ia telah menggunakan AI untuk "menghidupkan warna" pada gambar tersebut, karena ia merasa versi aslinya terlihat kurang menarik. Ia pun merilis gambar yang diklaim sebagai versi orisinal tanpa editan, yang menunjukkan perbedaan yang signifikan.

Proyek Codename Invictus dan Rencana Ubisoft

Insiden ini juga menyoroti Codename Invictus, proyek yang sedang dikerjakan oleh tim veteran dari For Honor, dengan fokus pada mode multiplayer PvP yang kabarnya terinspirasi oleh permainan Fall Guys. Ubisoft menyatakan akan memberikan informasi lebih lanjut "ketika waktunya tepat," yang semakin meningkatkan rasa penasaran penggemar.

Sementara itu, franchise Assassin's Creed tetap aktif di bawah pengawasan Vantage Studios. Ubisoft bersiap untuk merilis Assassins Creed: Black Flag Resynced pada 9 Juli mendatang, sebuah remake dari petualangan bajak laut yang ikonik, yang dibangun kembali menggunakan Ubisoft Anvil Engine. Hal ini menunjukkan komitmen Ubisoft untuk terus menghidupkan kembali seri kesayangannya sambil mengembangkan judul-judul baru.

Drama kebocoran ini menjadi pengingat bahwa di era kecerdasan buatan, tidak semua yang terlihat adalah kebenaran. Batas antara bocoran yang asli dan informasi yang salah semakin kabur, menuntut kehati-hatian dalam menyaring informasi yang beredar.

Artikel Terkait