Update
Persiapan Wisuda ke-183, FIB UNDIP Selenggarakan Pelatihan Softskill untuk Mahasiswa Prabowo Tekankan Pentingnya Armada Kapal Nasional untuk Pengiriman Barang Jokowi Siap Kunjungi Kupang, PSI: Masyarakat Menantikan Kehadirannya Dukungan Bank Mandiri untuk Ekosistem Mangrove di Hari Mangrove Sedunia Informasi Lengkap dan Jadwal Pendaftaran KIP Kuliah 2026 untuk Jalur Mandiri PTN dan PTS BGN Larang Penggunaan Barang Subsidi dalam Program Makan Bergizi Gratis Kaesang Pangarep Diprediksi Menjadi Ancaman Politik bagi PDIP Pakar Hukum Menilai Kasasi Jaksa atas Putusan Bebas Tidak Sesuai dengan KUHAP Gubernur Baru BI Minta Pelaku Pasar Tetap Tenang Setelah Perry Warjiyo Mundur Kementerian Kehutanan Tindak Tegas Pertambangan Emas Ilegal di Bolaang Mongondow Persiapan Wisuda ke-183, FIB UNDIP Selenggarakan Pelatihan Softskill untuk Mahasiswa Prabowo Tekankan Pentingnya Armada Kapal Nasional untuk Pengiriman Barang Jokowi Siap Kunjungi Kupang, PSI: Masyarakat Menantikan Kehadirannya Dukungan Bank Mandiri untuk Ekosistem Mangrove di Hari Mangrove Sedunia Informasi Lengkap dan Jadwal Pendaftaran KIP Kuliah 2026 untuk Jalur Mandiri PTN dan PTS BGN Larang Penggunaan Barang Subsidi dalam Program Makan Bergizi Gratis Kaesang Pangarep Diprediksi Menjadi Ancaman Politik bagi PDIP Pakar Hukum Menilai Kasasi Jaksa atas Putusan Bebas Tidak Sesuai dengan KUHAP Gubernur Baru BI Minta Pelaku Pasar Tetap Tenang Setelah Perry Warjiyo Mundur Kementerian Kehutanan Tindak Tegas Pertambangan Emas Ilegal di Bolaang Mongondow
Teknologi

Ubisoft Menyangkal Bocoran Assassin's Creed Invictus: Kecerdasan Buatan dalam Sorotan

Ubisoft telah menanggapi bocoran gambar Assassin's Creed Invictus yang viral, menegaskan bahwa gambar tersebut telah dimanipulasi dengan teknologi AI. Insiden ini mengungkap tantangan dalam membedakan...

Rimba Amarta 07 May 2026 26 pembaca suara.com suara.com
Iustrasi Game Assassins Creed. (YouTube Ubisoft)
Iustrasi Game Assassins Creed. (YouTube Ubisoft)

Ubisoft baru-baru ini membantah bocoran gambar yang beredar mengenai Assassin's Creed Invictus, yang menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar. Drama ini melibatkan penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk memanipulasi gambar, menyoroti kompleksitas informasi dalam dunia game saat ini.

Peristiwa ini dimulai ketika seorang pengguna dengan nama J0nathan memposting sebuah tangkapan layar yang diklaim sebagai tampilan perdana Invictus. Gambar tersebut menampilkan karakter dalam sebuah arena yang belum sepenuhnya selesai, ciri khas dari permainan yang masih dalam tahap pengembangan awal. Tak lama setelah itu, akun resmi Assassin's Creed di X (dulu Twitter) memberikan tanggapan langsung terhadap bocoran tersebut.

Tanggapan Ubisoft terhadap Bocoran

Ubisoft tidak hanya membantah keaslian gambar tersebut, tetapi juga menuduh bahwa gambar itu telah dimodifikasi. Dalam pernyataannya, mereka menyatakan, "Usaha yang bagus... Ini mungkin awalnya adalah gambar dari uji coba pribadi kami, tetapi telah banyak diubah (kemungkinan besar dengan AI). Menyebarkan informasi yang salah bukanlah hal yang baik." Tanggapan ini menunjukkan betapa seriusnya Ubisoft dalam menangani isu kebocoran informasi.

Secara mengejutkan, J0nathan kemudian mengakui bahwa ia telah menggunakan AI untuk "menghidupkan warna" pada gambar tersebut, karena ia merasa versi aslinya terlihat kurang menarik. Ia pun merilis gambar yang diklaim sebagai versi orisinal tanpa editan, yang menunjukkan perbedaan yang signifikan.

Proyek Codename Invictus dan Rencana Ubisoft

Insiden ini juga menyoroti Codename Invictus, proyek yang sedang dikerjakan oleh tim veteran dari For Honor, dengan fokus pada mode multiplayer PvP yang kabarnya terinspirasi oleh permainan Fall Guys. Ubisoft menyatakan akan memberikan informasi lebih lanjut "ketika waktunya tepat," yang semakin meningkatkan rasa penasaran penggemar.

Sementara itu, franchise Assassin's Creed tetap aktif di bawah pengawasan Vantage Studios. Ubisoft bersiap untuk merilis Assassins Creed: Black Flag Resynced pada 9 Juli mendatang, sebuah remake dari petualangan bajak laut yang ikonik, yang dibangun kembali menggunakan Ubisoft Anvil Engine. Hal ini menunjukkan komitmen Ubisoft untuk terus menghidupkan kembali seri kesayangannya sambil mengembangkan judul-judul baru.

Drama kebocoran ini menjadi pengingat bahwa di era kecerdasan buatan, tidak semua yang terlihat adalah kebenaran. Batas antara bocoran yang asli dan informasi yang salah semakin kabur, menuntut kehati-hatian dalam menyaring informasi yang beredar.

Artikel Terkait