Update
Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Soeharto, IMF, dan Pelajaran bagi Indonesia Hari Ini: Ketika Kedaulatan Ekonomi Jadi Sorotan Publik Di Tengah Gelombang Kritik dan Provokasi, Pemerintah Terus Jalankan Program untuk Rakyat BEM Nusantara DIY Gelar Ruang Perempuan dalam Peringatan Hari Buku Nasional 2026 Gubernur Pramono Tegaskan Penindakan Terhadap Jual Beli Kartu Transportasi Gratis Perkembangan Terbaru Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji Mahasiswa DKV Ubaya Ubah Sampul Buku Bekas Menjadi Karya Seni Ikonik dalam Perayaan Hari Buku Nasional Inovasi FLACS: Teknologi Laser yang Meningkatkan Akurasi Operasi Katarak Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Soeharto, IMF, dan Pelajaran bagi Indonesia Hari Ini: Ketika Kedaulatan Ekonomi Jadi Sorotan Publik Di Tengah Gelombang Kritik dan Provokasi, Pemerintah Terus Jalankan Program untuk Rakyat BEM Nusantara DIY Gelar Ruang Perempuan dalam Peringatan Hari Buku Nasional 2026 Gubernur Pramono Tegaskan Penindakan Terhadap Jual Beli Kartu Transportasi Gratis Perkembangan Terbaru Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji Mahasiswa DKV Ubaya Ubah Sampul Buku Bekas Menjadi Karya Seni Ikonik dalam Perayaan Hari Buku Nasional Inovasi FLACS: Teknologi Laser yang Meningkatkan Akurasi Operasi Katarak
News

AHY Usulkan Berbagai Langkah Setelah Kecelakaan KRL di Bekasi

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono, mengemukakan sejumlah solusi pasca kecelakaan kereta api di Bekasi Timur saat bertemu dengan Presiden Prabow...

Arya Yudhistira 13 May 2026 11 pembaca liputan6.com liputan6.com
AHY Usulkan Berbagai Langkah Setelah Kecelakaan KRL di Bekasi
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (12/5/2026) (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan sejumlah langkah yang perlu diambil segera setelah terjadinya kecelakaan kereta api di Bekasi Timur beberapa waktu lalu. Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 12 Mei 2026. Dalam pertemuan itu, AHY didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, serta CEO Danantara, Rosan Roeslani.

“Tadi ada kami laporkan perkembangan dan langkah-langkah taktis solusi yang harus segera diambil, dan telah dilakukan sebetulnya, pasca terjadinya kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur,” ungkap AHY kepada wartawan setelah pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Langkah-langkah yang Diperlukan

AHY menjelaskan bahwa terdapat 76 perlintasan sebidang di wilayah Jawa dan Sumatra yang perlu segera dilengkapi dengan palang pintu kereta, flyover, atau underpass. Ia juga menekankan pentingnya menutup sejumlah titik rawan di jalur kereta api dan melakukan modernisasi sistem kereta untuk mencegah kecelakaan serupa di masa depan.

“Setelah kita identifikasi, maka ada kurang lebih 76 perlintasan sebidang yang ada di wilayah Jawa dan juga sebagian Sumatra, yang itu memang butuh segera dilakukan pembangunan, apakah itu palang pintu kereta maupun flyover atau underpass,” jelasnya. “Selebihnya kita lakukan penutupan titik-titik rawan dan kita juga ingin terus perbaiki sistem persinyalan dan modernisasi sistem kereta lainnya,” tambah AHY.

Komitmen Terhadap Keselamatan dan Perekonomian

AHY menegaskan komitmen pemerintah dalam mengutamakan keselamatan masyarakat saat menggunakan transportasi publik. Ia juga berharap agar konektivitas antarwilayah dapat meningkatkan perekonomian nasional. “Jadi semangatnya adalah untuk transportasi publik, keselamatan kita utamakan, dan pada akhirnya konektivitas antarwilayah juga bisa menghadirkan pertumbuhan dan peluang ekonomi lainnya,” tuturnya.

Selain itu, AHY menyebutkan bahwa pemerintah sedang melakukan kajian dan evaluasi terkait pembangunan double-double track (DDT) atau jalur ganda kereta. Ia menyatakan bahwa proyek DDT merupakan rencana besar yang memerlukan waktu untuk diselesaikan. “Yang jelas memang kita juga sedang memikirkan pengembangan double-double track tersebut. Tetapi tentu butuh waktu untuk bisa merampungkan rencana besar pengembangan kereta, baik eksisting maupun pengembangan baru, dan reaktivasi dari rel-rel yang sudah selama ini tidak berfungsi,” pungkas AHY.

Artikel Terkait