Update
Pengemudi Ojol Batalkan Perjalanan karena Penumpang Tak Kenakan Helm, Jasa Raharja: Keselamatan Utama Kepala BGN Menjelaskan Tunggakan Rp1,6 Triliun Terkait Dapur MBG Ahok Ungkap Pesimisme Terhadap Penerapan Konstitusi di Indonesia --- DPR Mendesak Kolaborasi Antara Polri dan Imigrasi untuk Atasi Sindikat TPPO --- Wisuda Meriah! 425 Lulusan FIB UNDIP Dinyatakan Lulus, Dipenuhi Momen Mengharukan Pemusnahan Barang Ilegal oleh Bea Cukai Yogyakarta Capai Rp 916 Juta Sepuluh Bank yang Ditutup pada Juli 2026 PSI Menegaskan Hubungan Prabowo dan Gibran Masih Baik, Dedy Nur: Keharmonisan Terlihat Jelas Delvis Rettob Resmi Menjadi Ketua Presidium PP PMKRI untuk Periode 2026-2028 Transformasi Lahan Kosong oleh Mahasiswa KKN-T 85 Undip dan Ibu-Ibu PKK Pudakpayung Melalui Urban Farming Pengemudi Ojol Batalkan Perjalanan karena Penumpang Tak Kenakan Helm, Jasa Raharja: Keselamatan Utama Kepala BGN Menjelaskan Tunggakan Rp1,6 Triliun Terkait Dapur MBG Ahok Ungkap Pesimisme Terhadap Penerapan Konstitusi di Indonesia --- DPR Mendesak Kolaborasi Antara Polri dan Imigrasi untuk Atasi Sindikat TPPO --- Wisuda Meriah! 425 Lulusan FIB UNDIP Dinyatakan Lulus, Dipenuhi Momen Mengharukan Pemusnahan Barang Ilegal oleh Bea Cukai Yogyakarta Capai Rp 916 Juta Sepuluh Bank yang Ditutup pada Juli 2026 PSI Menegaskan Hubungan Prabowo dan Gibran Masih Baik, Dedy Nur: Keharmonisan Terlihat Jelas Delvis Rettob Resmi Menjadi Ketua Presidium PP PMKRI untuk Periode 2026-2028 Transformasi Lahan Kosong oleh Mahasiswa KKN-T 85 Undip dan Ibu-Ibu PKK Pudakpayung Melalui Urban Farming
News

AHY Usulkan Berbagai Langkah Setelah Kecelakaan KRL di Bekasi

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono, mengemukakan sejumlah solusi pasca kecelakaan kereta api di Bekasi Timur saat bertemu dengan Presiden Prabow...

Arya Yudhistira 13 May 2026 27 pembaca liputan6.com liputan6.com
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (12/5/2026) (Liputan6.com/Lizsa Egeham)
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (12/5/2026) (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan sejumlah langkah yang perlu diambil segera setelah terjadinya kecelakaan kereta api di Bekasi Timur beberapa waktu lalu. Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 12 Mei 2026. Dalam pertemuan itu, AHY didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, serta CEO Danantara, Rosan Roeslani.

“Tadi ada kami laporkan perkembangan dan langkah-langkah taktis solusi yang harus segera diambil, dan telah dilakukan sebetulnya, pasca terjadinya kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur,” ungkap AHY kepada wartawan setelah pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Langkah-langkah yang Diperlukan

AHY menjelaskan bahwa terdapat 76 perlintasan sebidang di wilayah Jawa dan Sumatra yang perlu segera dilengkapi dengan palang pintu kereta, flyover, atau underpass. Ia juga menekankan pentingnya menutup sejumlah titik rawan di jalur kereta api dan melakukan modernisasi sistem kereta untuk mencegah kecelakaan serupa di masa depan.

“Setelah kita identifikasi, maka ada kurang lebih 76 perlintasan sebidang yang ada di wilayah Jawa dan juga sebagian Sumatra, yang itu memang butuh segera dilakukan pembangunan, apakah itu palang pintu kereta maupun flyover atau underpass,” jelasnya. “Selebihnya kita lakukan penutupan titik-titik rawan dan kita juga ingin terus perbaiki sistem persinyalan dan modernisasi sistem kereta lainnya,” tambah AHY.

Komitmen Terhadap Keselamatan dan Perekonomian

AHY menegaskan komitmen pemerintah dalam mengutamakan keselamatan masyarakat saat menggunakan transportasi publik. Ia juga berharap agar konektivitas antarwilayah dapat meningkatkan perekonomian nasional. “Jadi semangatnya adalah untuk transportasi publik, keselamatan kita utamakan, dan pada akhirnya konektivitas antarwilayah juga bisa menghadirkan pertumbuhan dan peluang ekonomi lainnya,” tuturnya.

Selain itu, AHY menyebutkan bahwa pemerintah sedang melakukan kajian dan evaluasi terkait pembangunan double-double track (DDT) atau jalur ganda kereta. Ia menyatakan bahwa proyek DDT merupakan rencana besar yang memerlukan waktu untuk diselesaikan. “Yang jelas memang kita juga sedang memikirkan pengembangan double-double track tersebut. Tetapi tentu butuh waktu untuk bisa merampungkan rencana besar pengembangan kereta, baik eksisting maupun pengembangan baru, dan reaktivasi dari rel-rel yang sudah selama ini tidak berfungsi,” pungkas AHY.

Artikel Terkait