Update
Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda
News

DPRD DKI Jakarta Dorong Digitalisasi Sistem Parkir untuk Optimalisasi Pendapatan Daerah

DPRD DKI Jakarta menekankan pentingnya digitalisasi sistem parkir untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dan mencegah kebocoran pendapatan.

Aruna Sasmita 07 May 2026 17 pembaca liputan6.com liputan6.com
DPRD DKI Jakarta Dorong Digitalisasi Sistem Parkir untuk Optimalisasi Pendapatan Daerah
Sejumlah mobil warga terparkir di IRTI Monas, Jakarta, Rabu (15/2/2023) (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Panitia Khusus (Pansus) Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta mengungkapkan potensi besar sektor parkir dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pansus mendorong penerapan digitalisasi sistem parkir untuk memperbaiki pencatatan transaksi dan menutup kemungkinan kebocoran pendapatan daerah.

Ketua Pansus, Jupiter, menegaskan bahwa digitalisasi merupakan langkah penting dalam perbaikan sistem parkir off street di Jakarta. Ia berpendapat bahwa semua operator parkir harus beralih ke sistem pembayaran nontunai. Pernyataan ini disampaikan setelah memimpin rapat kerja Pansus bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Ruang Rapat Komisi B pada Rabu, 6 Mei 2026.

Pentingnya Sistem Pembayaran Nontunai

“Digitalisasi wajib dilakukan. Semua operator wajib menggunakan sistem pembayaran cashless,” ujar Jupiter. Ia menambahkan bahwa parkir off street memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan PAD, mengingat banyak gedung di Jakarta yang memiliki area parkir yang dikelola oleh operator.

Oleh karena itu, Pansus DPRD DKI Jakarta meminta agar pengawasan pendapatan tidak lagi bergantung pada pencatatan manual. “Kami ingin PAD dari parkir off street tidak lagi bocor,” tegas Jupiter.

Penerapan E-TRAPT untuk Akurasi Data

Selain fokus pada sistem pembayaran nontunai, Pansus DPRD DKI Jakarta juga menyoroti penerapan Electronic Transaction Parking Tax (E-TRAPT) secara real time oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Jupiter menjelaskan bahwa Pansus telah merekomendasikan penerapan sistem ini sejak 12 November 2025. Dengan sistem digital, kendaraan yang masuk dan keluar area parkir dapat tercatat dengan lebih akurat.

“Kami sudah merekomendasikan agar E-TRAPT segera dipasang sehingga seluruh kendaraan masuk dan keluar dapat terdata secara real time,” tambah Jupiter.

Artikel Terkait