Update
Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia
News

Gubernur Rudy Mas'ud Berkomitmen Tidak Melibatkan Keluarga dalam Struktur Pemprov Kaltim

Gubernur Rudy Mas'ud menegaskan akan meningkatkan transparansi dalam pemerintahan dengan tidak melibatkan anggota keluarga dalam struktur Pemprov Kaltim.

Lare Ayu 27 April 2026 15 pembaca liputan6.com liputan6.com
Gubernur Rudy Mas'ud Berkomitmen Tidak Melibatkan Keluarga dalam Struktur Pemprov Kaltim
liputan6.com

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, mengumumkan bahwa mulai besok, tidak akan ada keterlibatan anggota keluarga dalam struktur pemerintahan provinsi. Langkah ini diambil untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kebijakan yang diambil oleh Pemprov Kaltim.


Rudy Mas'ud menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan agar masyarakat dapat memahami dan mengawasi setiap keputusan yang diambil oleh pemerintah. Dengan tidak melibatkan keluarga dalam struktur pemerintahan, diharapkan akan tercipta lingkungan yang lebih bersih dan bebas dari nepotisme. "Kami ingin semua kebijakan dapat dipahami oleh masyarakat dan diawasi secara langsung," ujarnya.


Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Masyarakat diharapkan dapat lebih aktif dalam memberikan masukan dan kritik terhadap kebijakan yang dijalankan. Dengan demikian, diharapkan Pemprov Kaltim dapat beroperasi dengan lebih baik dan transparan.


Keputusan ini menjadi bagian dari upaya Rudy Mas'ud untuk memperbaiki citra pemerintahan dan memastikan bahwa setiap tindakan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan. Perkembangan selanjutnya akan terus dipantau oleh masyarakat dan diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi Kaltim.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait