Seorang hakim di Pengadilan Negeri Tais, Bengkulu, memberikan klarifikasi mengenai tuduhan yang menyebut dirinya sebagai pemilik daycare yang terlibat dalam kasus penganiayaan balita. Ia menegaskan bahwa perannya hanya sebatas membantu dalam tahap awal pendirian daycare tersebut.
Hakim tersebut menjelaskan bahwa ia tidak pernah terlibat dalam operasional harian maupun pengambilan keputusan di daycare itu. Penjelasan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat mengenai keterlibatannya dalam insiden yang menimpa balita di daycare tersebut.
Dengan pernyataan ini, hakim berharap dapat menghapus stigma negatif yang mungkin melekat padanya akibat tuduhan yang tidak berdasar. Ia menekankan pentingnya klarifikasi agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat mengenai situasi yang sebenarnya.
Kejadian ini menjadi perhatian publik, dan hakim tersebut berkomitmen untuk terus mengikuti perkembangan kasus ini serta memberikan dukungan terhadap upaya penegakan hukum yang sedang berlangsung.