Update
Teknologi

InfraNexia Tingkatkan Infrastruktur untuk Mendukung Perkembangan AI di Indonesia

PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) memperkuat infrastruktur konektivitas guna mendukung pertumbuhan teknologi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia. Pengembangan ini mencakup peningkatan kap...

Rimba Amarta 28 October 2026 20 pembaca inews.id inews.id
Advertisement
Advertisement

DENPASAR, iNews.id - PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), yang merupakan perusahaan operasional dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, sedang memperkuat infrastruktur konektivitas untuk mendukung perkembangan artificial intelligence (AI) di Indonesia. Fokus pengembangan ini adalah pada peningkatan kapasitas, perluasan interkoneksi pusat data, serta penguatan keandalan jaringan untuk memenuhi kebutuhan layanan AI yang terus meningkat.

Pada sesi panel Bali Tech Week 2026 yang berlangsung pada Kamis (22/10) lalu, Direktur Perencanaan InfraNexia, Ronny Arnaz, mengungkapkan bahwa kemajuan AI memerlukan dukungan jaringan yang dapat menghubungkan pusat data, penyedia layanan, dan pengguna dengan andal. Konektivitas menjadi elemen dasar yang penting agar data dapat dipertukarkan dan diproses dengan cepat.

“Infrastruktur yang siap mendukung AI harus mampu menangani pertukaran data dalam jumlah besar dan menjaga layanan tetap berjalan. Karena itu, kami terus meningkatkan kapasitas, memperluas jangkauan, serta memperkuat keandalan jaringan seiring pertumbuhan kebutuhan pelanggan,” jelas Ronny.

Pembangunan Infrastruktur Pendukung

InfraNexia telah menghubungkan kawasan Hyperscale Data Center (HDC) yang terletak di Cikarang dan Batam ke jaringan backbone nasional. Infrastruktur pendukung yang ada mencakup 76 kilometer dark fiber di Cikarang dan 96 kilometer jaringan fiber untuk konektivitas pusat data di Batam. Layanan interkoneksi pusat data juga didukung dengan konektivitas berlatensi rendah di bawah dua milidetik untuk mempercepat pertukaran data.

Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan pertukaran data, InfraNexia memprioritaskan peningkatan kapasitas pada 14 jalur pusat data dengan trafik tertinggi pada tahun 2026. Pengembangan selanjutnya akan diarahkan pada teknologi interkoneksi pusat data yang memiliki kapasitas hingga 800G per panjang gelombang pada tahun 2030, serta perluasan jangkauan ke Batam–Bintan pada tahun 2027 dan Kalimantan pada tahun 2028.

Strategi Keberlanjutan Layanan

Di samping itu, InfraNexia juga mengoperasikan jalur alternatif melalui rute darat dan laut yang berbeda untuk memastikan keberlangsungan layanan. Pemisahan rute ini bertujuan untuk mengurangi risiko beberapa jalur terdampak oleh satu gangguan yang sama, serta memungkinkan pengalihan trafik saat terjadi keadaan darurat.

Seluruh pengembangan dilakukan dengan prinsip netralitas dan keterbukaan akses, sehingga operator, penyedia cloud, dan penyedia AI dapat memanfaatkan jaringan dengan ketentuan layanan yang setara. “Melalui infrastruktur yang terbuka dan andal, kami ingin mendukung lebih banyak mitra dalam mengembangkan layanan AI di Indonesia. Dengan fondasi konektivitas yang semakin kuat, pemanfaatan AI diharapkan dapat menjangkau lebih banyak sektor dan wilayah,” tutup Ronny.

Artikel Terkait