Update
Teknologi

Inovasi Pengolahan Air Asin Menjadi Air Bersih di Pesisir Pandeglang

Teknologi pengolahan air menggunakan energi matahari telah diterapkan di pesisir Pandeglang, Banten, untuk mengatasi masalah air bersih yang dihadapi masyarakat setempat.

Karim Abinaya 07 October 2026 54 pembaca inews.id inews.id
Advertisement
Advertisement

Masalah ketersediaan air bersih di kawasan pesisir sering kali lebih kompleks daripada sekadar menemukan sumber air. Kandungan garam dalam air dan terbatasnya infrastruktur listrik menjadi tantangan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Teknologi modern kini dihadirkan sebagai salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan ini.

Di pesisir Pandeglang, Banten, air yang terpengaruh oleh kondisi lingkungan pesisir diolah dengan menggunakan teknologi reverse osmosis (RO) yang didukung oleh energi dari panel surya. Penerapan teknologi ini dilakukan di Masjid Jami Nurul Ikhwan yang terletak di Kampung Hay-hay, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, melalui program Solar Water for Ummah yang dikembangkan oleh MyFundAction bekerja sama dengan mahasiswa Universitas Indonesia dalam The 15th UI Youth Environmental Action.

Teknologi Reverse Osmosis dan Manfaatnya

Reverse osmosis adalah teknologi pemurnian air yang berfungsi dengan memberikan tekanan pada air agar dapat melewati membran semipermeabel. Membran ini memiliki pori-pori yang sangat kecil, sehingga dapat memisahkan air dari berbagai zat terlarut dan kontaminan. Dalam pengolahan air yang memiliki kadar garam tinggi, teknologi RO sangat efektif karena mampu mengurangi kandungan garam yang terlarut dalam air. Air yang telah disaring kemudian dapat digunakan sebagai sumber air yang lebih layak sesuai dengan standar pengolahan yang ditetapkan.

Teknologi ini sangat penting bagi masyarakat di pesisir Pandeglang, mengingat air asin merupakan salah satu masalah utama yang mereka hadapi. Menariknya, sistem pengolahan air ini memanfaatkan panel surya sebagai sumber energinya. Panel surya berfungsi untuk menangkap energi matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik yang diperlukan untuk menjalankan sistem pengolahan air.

Keterlibatan Masyarakat dan Edukasi

Pemanfaatan energi surya sangat relevan di daerah ini, mengingat masyarakat juga mengalami masalah dengan ketidakstabilan pasokan listrik. Dengan menggabungkan energi terbarukan dan teknologi RO, fasilitas pengolahan air ini dapat disesuaikan dengan karakteristik wilayah pesisir yang memiliki paparan sinar matahari yang melimpah, sekaligus menghadapi tantangan infrastruktur yang ada.

Kepala Hubungan Masyarakat MyFundAction, Shinto Fitrio, menjelaskan bahwa pemilihan energi surya merupakan bagian dari penyesuaian teknologi dengan keadaan masyarakat setempat. "Penggunaan energi surya menjadi bagian dari upaya menyesuaikan solusi dengan kondisi wilayah pesisir. Masyarakat juga mendapat edukasi mengenai cara menggunakan dan menjaga fasilitas sehingga keberlanjutannya dapat dibangun bersama," ujarnya.

Teknologi pengolahan air ini tidak hanya bergantung pada perangkat yang ada. Masyarakat sekitar juga dilibatkan dalam pemanfaatan dan pengelolaan fasilitas tersebut. Fasilitas ini dikembangkan sebagai community water hub, sehingga warga dapat memanfaatkan layanan air sekaligus memahami cara menjaga keberlangsungan fasilitas. Pendekatan ini sangat penting karena pengolahan air memerlukan pengoperasian dan pemeliharaan yang tepat agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Dari data yang ada, terdapat sekitar 30 kepala keluarga dalam satu dusun, di mana 25 orang mengikuti proses asesmen dengan total anggota keluarga yang terdata mencapai 60 orang. Lokasi rumah warga juga berada sekitar 10 meter dari fasilitas, sehingga akses terhadap layanan air menjadi lebih mudah bagi masyarakat.

Selain teknologi RO dan panel surya, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai Water, Sanitation and Hygiene (WASH) serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Materi yang diajarkan mencakup Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), kebersihan lingkungan, penghematan air, serta pentingnya menjaga sumber daya air. Dengan demikian, teknologi tidak hanya dilihat sebagai solusi tunggal, tetapi penggunaan fasilitas dan perubahan perilaku masyarakat juga menjadi bagian dari upaya menjaga akses terhadap air bersih.

Kombinasi antara teknologi RO dan energi surya ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah mendasar di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan lingkungan. Bagi masyarakat pesisir, solusi ini bukan hanya sekadar menghasilkan air bersih, tetapi juga membuka peluang untuk menciptakan sistem pengolahan air yang lebih sesuai dengan kondisi setempat tanpa sepenuhnya bergantung pada jaringan listrik konvensional.

Artikel Terkait