Update
--- Mendagri dan Menkeu Diskusikan Solusi untuk Daerah dengan Masalah Anggaran --- Jusuf Kalla Tegaskan Keaslian Ijazah Jokowi, Tolak Perbandingan dengan Roy Suryo Kabar Baik untuk Guru Honorer dan PPPK Paruh Waktu, Hanya Dua Bulan Lagi Luhut Ungkap Kekhawatiran Investor Asing Terhadap Kepastian Hukum di Indonesia Tim Auditor BPK Tidak Temukan Aliran Dana ke Gus Yaqut dalam Kasus Kuota Haji Tambahan Perdebatan Ijazah Gibran: Faldo Maldini dan Guntur Romli Beradu Argumen KSPSI Serukan Aksi Damai untuk Demonstrasi Mahasiswa Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla --- Mendagri dan Menkeu Diskusikan Solusi untuk Daerah dengan Masalah Anggaran --- Jusuf Kalla Tegaskan Keaslian Ijazah Jokowi, Tolak Perbandingan dengan Roy Suryo Kabar Baik untuk Guru Honorer dan PPPK Paruh Waktu, Hanya Dua Bulan Lagi Luhut Ungkap Kekhawatiran Investor Asing Terhadap Kepastian Hukum di Indonesia Tim Auditor BPK Tidak Temukan Aliran Dana ke Gus Yaqut dalam Kasus Kuota Haji Tambahan Perdebatan Ijazah Gibran: Faldo Maldini dan Guntur Romli Beradu Argumen KSPSI Serukan Aksi Damai untuk Demonstrasi Mahasiswa Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla
News

Kabar Baik untuk Guru Honorer dan PPPK Paruh Waktu, Hanya Dua Bulan Lagi

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengumumkan bahwa guru honorer tidak akan di-PHK dan akan ada kesempatan untuk menjadi PNS. Selain itu, guru PPPK paruh waktu akan dialihstatuskan m...

Karim Abinaya 28 October 2026 3 pembaca jpnn.com jpnn.com
Kabar Gembira untuk Guru Honorer dan PPPK Paruh Waktu, 2 Bulan Lagi
Kabar Gembira untuk Guru Honorer dan PPPK Paruh Waktu, 2 Bulan Lagi

JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, memberikan pernyataan terkait nasib guru honorer dan alih status guru PPPK paruh waktu menjelang peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2026. Ia menegaskan bahwa tidak akan ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bagi guru non-ASN yang tidak berhasil dalam seleksi CPNS.

Mu’ti menyebutkan bahwa terdapat sekitar 172 ribu guru non-ASN yang aktif mengajar dan terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) hingga Desember 2024. Mereka akan memiliki kesempatan untuk mengikuti tes CPNS pada tahun 2027 untuk mendapatkan status sebagai PNS pusat. “Jadi, kalau mau dibocorkan, guru non-ASN tahun depan dapat ikut seleksi CPNS dan yang tidak lulus tes CPNS tetap menjadi guru non-ASN statusnya. Tidak kemudian mereka berhenti sebagai guru non-ASN,” ungkapnya di Jakarta Pusat pada Selasa (27/10).

Kepastian Hukum untuk Guru Non-ASN

Abdul Mu’ti juga menjelaskan bahwa pihaknya bersama kementerian dan lembaga terkait sedang merumuskan peraturan untuk memberikan kepastian hukum yang lebih solid bagi guru non-ASN yang tidak lulus tes. Ia menekankan bahwa kepastian ini akan dituangkan dalam bentuk regulasi yang memiliki landasan hukum yang lebih kuat, bukan hanya dalam bentuk surat edaran menteri. “Jadi, nanti bukan hanya surat edaran, tetapi akan ada peraturan yang lebih kuat dasar hukumnya,” tambahnya.

Alih Status Guru PPPK Paruh Waktu

Selain isu kesejahteraan guru non-ASN, Mu’ti juga menyampaikan bahwa HGN 2026 akan membawa kabar gembira bagi guru dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Ia menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto melalui Kemendikdasmen akan mengalihstatuskan 242.482 guru PPPK paruh waktu menjadi guru PPPK penuh waktu tanpa perlu mengikuti tes, yang akan mulai berlaku pada Januari 2027. “Kebijakan kami yang tahun 2027 mulai diberlakukan, yaitu guru PPPK paruh waktu akan menjadi guru PPPK penuh waktu tanpa tes, sekali lagi tanpa tes ya,” jelas Mu’ti.

Dia berharap bahwa langkah-langkah ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan semangat para guru dalam menjalankan tugas mereka untuk mencerdaskan anak-anak bangsa dari Sabang hingga Merauke.

Artikel Terkait