Jusuf Kalla, yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, menegaskan bahwa ia meyakini ijazah Joko Widodo, Presiden ke-7 RI, adalah asli. Dalam konteks polemik yang berkepanjangan mengenai ijazah tersebut, Kalla menyatakan bahwa pernyataannya bukanlah serangan terhadap mantan presiden, melainkan bentuk pembelaan. Ia mengungkapkan keheranannya mengapa dokumen pendidikan itu tidak ditunjukkan kepada publik untuk mengatasi keraguan yang ada di masyarakat.
“Saya justru membela Jokowi sebenarnya,” ujar Kalla dalam sebuah diskusi di kanal YouTube The Johan Budi Podcast, yang disiarkan pada Rabu, 28 Oktober 2026. Ia menekankan bahwa keyakinannya akan keaslian ijazah Jokowi tidak berarti bahwa permintaan untuk menunjukkan dokumen tersebut adalah serangan. “Saya percaya ijazah beliau itu asli. Karena asli, maka ditunjukkan saja,” tambahnya.
Pertanyaan Mengenai Keterbukaan
Kalla juga mempertanyakan reaksi negatif yang muncul setelah ia menyampaikan pandangannya. “Apa yang salah dengan statement saya?” tanyanya. Menurutnya, inti permasalahan bukanlah menuduh ijazah Jokowi palsu, melainkan mengapa dokumen yang diyakini asli tidak diperlihatkan untuk meredakan kecurigaan publik. Ia menegaskan bahwa ia tidak ingin disamakan dengan pihak-pihak yang menuduh ijazah Jokowi adalah palsu. Kalla secara tegas membedakan pandangannya dengan Roy Suryo, yang selama ini mempermasalahkan keaslian dokumen pendidikan Jokowi. “Kalau Roy Suryo mengatakan bahwa palsu, saya mengatakan tidak,” ujarnya.
Potensi Kerenggangan Hubungan
Kalla juga mengungkapkan bahwa ada kemungkinan hubungan antara dirinya dan Jokowi menjadi merenggang setelah munculnya polemik ini. Meskipun demikian, ia tetap pada pendiriannya bahwa ia percaya ijazah mantan presiden itu adalah asli. Kalla tidak menyatakan bahwa ijazah Jokowi palsu, tetapi mempertanyakan mengapa dokumen tersebut tidak dipublikasikan untuk menjawab pertanyaan masyarakat.
Polemik ini semakin meluas setelah Kalla dituduh memberikan uang sebesar Rp 5 miliar kepada Roy Suryo dan pihak lain untuk mempermasalahkan ijazah Jokowi. Kalla membantah tuduhan tersebut dan merasa keberatan karena merasa dituduh melakukan sesuatu yang tidak dilakukannya. Ia menyatakan telah melaporkan masalah ini kepada pihak kepolisian. “Menuduh saya macam-macam. Saya marah juga, sehingga saya adukan ke polisi,” kata Kalla.
Ia menegaskan kembali posisinya: ia percaya bahwa ijazah Jokowi adalah asli dan tidak ingin disamakan dengan pihak yang menuduh adanya pemalsuan, tetapi tetap mempertanyakan alasan dokumen tersebut tidak diperlihatkan kepada publik. Dalam konteks polemik yang terus berkembang, pernyataannya menunjukkan bahwa perbedaan pandangan mengenai cara menyelesaikan masalah tidak selalu berarti seseorang meragukan keaslian dokumen yang dipersoalkan.