Update
Sepuluh Bank yang Ditutup pada Juli 2026 PSI Menegaskan Hubungan Prabowo dan Gibran Masih Baik, Dedy Nur: Keharmonisan Terlihat Jelas Delvis Rettob Resmi Menjadi Ketua Presidium PP PMKRI untuk Periode 2026-2028 Transformasi Lahan Kosong oleh Mahasiswa KKN-T 85 Undip dan Ibu-Ibu PKK Pudakpayung Melalui Urban Farming Guntur Romli Menyikapi Pernyataan Prabowo tentang Istilah Londo Ireng Pentingnya Transparansi dalam Penanganan Kasus Korupsi Mantan Jampidsus --- Dua Tahun Pertama Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih Ditanggung oleh APBN --- Jokowi Siap Mengunjungi NTT, PSI Sebut Undangan Masyarakat Melimpah Kekeringan Melanda Ribuan Hektare Lahan Pertanian di Bekasi Pertemuan Prabowo dan Amran: Strategi Menghadapi Dampak El Nino pada Pertanian Sepuluh Bank yang Ditutup pada Juli 2026 PSI Menegaskan Hubungan Prabowo dan Gibran Masih Baik, Dedy Nur: Keharmonisan Terlihat Jelas Delvis Rettob Resmi Menjadi Ketua Presidium PP PMKRI untuk Periode 2026-2028 Transformasi Lahan Kosong oleh Mahasiswa KKN-T 85 Undip dan Ibu-Ibu PKK Pudakpayung Melalui Urban Farming Guntur Romli Menyikapi Pernyataan Prabowo tentang Istilah Londo Ireng Pentingnya Transparansi dalam Penanganan Kasus Korupsi Mantan Jampidsus --- Dua Tahun Pertama Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih Ditanggung oleh APBN --- Jokowi Siap Mengunjungi NTT, PSI Sebut Undangan Masyarakat Melimpah Kekeringan Melanda Ribuan Hektare Lahan Pertanian di Bekasi Pertemuan Prabowo dan Amran: Strategi Menghadapi Dampak El Nino pada Pertanian
News

--- Kasus Penganiayaan Balita di Daycare Menyita Perhatian Mahkamah Agung ---

--- Mahkamah Agung (MA) membentuk tim untuk menyelidiki keterlibatan hakim dalam kasus penganiayaan anak di sebuah daycare di Yogyakarta. ---

Lare Ayu 29 April 2026 28 pembaca liputan6.com liputan6.com
---
Kasus Penganiayaan Balita di Daycare Menyita Perhatian Mahkamah Agung

---
liputan6.com
---TITLEEXCERPT--- Mahkamah Agung (MA) membentuk tim untuk menyelidiki keterlibatan hakim dalam kasus penganiayaan anak di sebuah daycare di Yogyakarta. ---CONTENT---

Mahkamah Agung (MA) telah mengirimkan tim untuk menyelidiki hubungan hakim dengan kasus penganiayaan balita yang terjadi di sebuah daycare di Yogyakarta. Kasus ini menarik perhatian publik setelah terungkapnya tindakan kekerasan terhadap anak-anak di fasilitas tersebut.


Penganiayaan yang dialami oleh balita di daycare tersebut memicu reaksi keras dari masyarakat. MA merasa perlu untuk menelusuri lebih dalam keterlibatan hakim dalam kasus ini, guna memastikan tidak ada penyalahgunaan wewenang. Tim yang ditugaskan akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap semua pihak terkait, termasuk hakim yang diduga terlibat.


Pengacara yang mewakili korban menyatakan bahwa tindakan ini penting untuk memberikan keadilan bagi anak-anak yang menjadi korban. "Kami berharap proses ini dapat mengungkap fakta-fakta yang sebenarnya dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak di masa depan," ujarnya.


Dengan adanya pemeriksaan ini, diharapkan akan ada kejelasan mengenai peran hakim dalam kasus tersebut. MA berkomitmen untuk menangani masalah ini dengan serius dan transparan.


Kasus ini masih dalam proses penyelidikan, dan perkembangan selanjutnya akan terus dipantau oleh publik serta pihak berwenang untuk memastikan keadilan bagi para korban.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait