Update
Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda
News

--- Kenangan Terakhir Ayah kepada Ain, Korban Kecelakaan KRL: Permintaan untuk Dijemput ---

--- Hary Marwata, ayah Nur Ainia Eka Rahmadhyna, mengenang komunikasi terakhir dengan putrinya yang terjadi pada Senin sore sebelum kecelakaan KRL. ---

Gyan Kusuma 29 April 2026 17 pembaca liputan6.com liputan6.com
---
Kenangan Terakhir Ayah kepada Ain, Korban Kecelakaan KRL: Permintaan untuk Dijemput

---
liputan6.com
---TITLEEXCERPT--- Hary Marwata, ayah Nur Ainia Eka Rahmadhyna, mengenang komunikasi terakhir dengan putrinya yang terjadi pada Senin sore sebelum kecelakaan KRL. ---CONTENT---

Hary Marwata, ayah dari Nur Ainia Eka Rahmadhyna, mengungkapkan momen terakhir berkomunikasi dengan putrinya pada Senin sore, sebelum kecelakaan kereta yang merenggut nyawanya. Ain, sapaan akrabnya, selalu meminta untuk dijemput, menunjukkan kedekatan mereka sebagai ayah dan anak.


Menurut Hary, saat itu Ain menghubunginya dan meminta untuk dijemput pulang. "Dia selalu minta dijemput, itu kebiasaan kami," ujarnya. Kecelakaan yang terjadi kemudian membuat keluarga dan teman-teman sangat terkejut, mengingat Ain adalah sosok yang ceria dan penuh semangat. Hary menambahkan bahwa Ain memiliki banyak rencana untuk masa depannya, yang kini sirna akibat insiden tragis tersebut.


Keluarga dan rekan-rekan kini berkumpul untuk memberikan dukungan satu sama lain, mengenang kenangan indah bersama Ain. Mereka berharap agar kejadian ini menjadi perhatian bagi pihak berwenang untuk meningkatkan keselamatan transportasi umum, agar tidak ada lagi nyawa yang hilang dengan cara yang sama.


Dengan perasaan duka yang mendalam, keluarga Ain berusaha untuk melanjutkan hidup sambil mengenang semua kenangan indah yang telah dibagikan. Perkembangan lebih lanjut mengenai penyelidikan kecelakaan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait