Hary Marwata, ayah dari Nur Ainia Eka Rahmadhyna, mengungkapkan momen terakhir berkomunikasi dengan putrinya pada Senin sore, sebelum kecelakaan kereta yang merenggut nyawanya. Ain, sapaan akrabnya, selalu meminta untuk dijemput, menunjukkan kedekatan mereka sebagai ayah dan anak.
Menurut Hary, saat itu Ain menghubunginya dan meminta untuk dijemput pulang. "Dia selalu minta dijemput, itu kebiasaan kami," ujarnya. Kecelakaan yang terjadi kemudian membuat keluarga dan teman-teman sangat terkejut, mengingat Ain adalah sosok yang ceria dan penuh semangat. Hary menambahkan bahwa Ain memiliki banyak rencana untuk masa depannya, yang kini sirna akibat insiden tragis tersebut.
Keluarga dan rekan-rekan kini berkumpul untuk memberikan dukungan satu sama lain, mengenang kenangan indah bersama Ain. Mereka berharap agar kejadian ini menjadi perhatian bagi pihak berwenang untuk meningkatkan keselamatan transportasi umum, agar tidak ada lagi nyawa yang hilang dengan cara yang sama.
Dengan perasaan duka yang mendalam, keluarga Ain berusaha untuk melanjutkan hidup sambil mengenang semua kenangan indah yang telah dibagikan. Perkembangan lebih lanjut mengenai penyelidikan kecelakaan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.