Update
Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda
News

--- Kronologi Insiden Prajurit TNI Ngamuk di Warung Kelontong yang Berujung Penusukan ---

--- Insiden seorang prajurit TNI yang mengamuk di warung kelontong di Kemayoran, Jakarta Pusat, berujung pada penusukan dan penanganan medis. TNI memastikan akan memproses hukum anggotanya yang terlib...

Lare Ayu 06 May 2026 17 pembaca liputan6.com liputan6.com
---
Kronologi Insiden Prajurit TNI Ngamuk di Warung Kelontong yang Berujung Penusukan

---
Prajurit TNI Acak-acak warung di Kemayoran (Foto: tangkapan layar media sosial)
---TITLEEXCERPT--- Insiden seorang prajurit TNI yang mengamuk di warung kelontong di Kemayoran, Jakarta Pusat, berujung pada penusukan dan penanganan medis. TNI memastikan akan memproses hukum anggotanya yang terlibat. ---CONTENT---

Video yang viral menunjukkan seorang pria yang mengamuk dan merusak warung di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Pria tersebut diketahui adalah anggota TNI bernama Sertu AW. Kadispenad Brigadir Jenderal TNI Donny Pramono mengonfirmasi insiden tersebut setelah video beredar luas.


Menurut Kadispenad, insiden ini terjadi akibat kesalahpahaman antara prajurit TNI dan penjaga warung. Awalnya, prajurit tersebut membeli rokok dan berusaha membayar menggunakan QRIS, namun terjadi perdebatan mengenai biaya tambahan yang dikenakan. Cekcok pun tak terhindarkan, dan prajurit tersebut kemudian menghancurkan etalase warung dengan tabung elpiji 3 kg.


Akibat dari keributan tersebut, prajurit TNI mengalami luka akibat penusukan yang dilakukan oleh pemilik warung. Saat ini, prajurit tersebut mendapatkan perawatan medis di RS Hermina Kemayoran. Kadispenad mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada video yang beredar, namun menjamin bahwa prajurit yang melakukan pelanggaran akan diproses sesuai hukum yang berlaku.


Dia menegaskan bahwa TNI AD akan menindak tegas setiap anggotanya yang terlibat dalam pelanggaran. Situasi di lokasi kejadian kini telah kembali kondusif dan penanganan kasus ini sedang dilakukan oleh Polres Jakarta Pusat. Pihak TNI terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk memastikan penanganan berjalan lancar.


Insiden ini terjadi pada Minggu sore dan telah menarik perhatian publik. Proses hukum dan penyelidikan lebih lanjut sedang berlangsung untuk mengungkap fakta secara menyeluruh.

Artikel Terkait