Update
Kepala BGN Menjelaskan Tunggakan Rp1,6 Triliun Terkait Dapur MBG Ahok Ungkap Pesimisme Terhadap Penerapan Konstitusi di Indonesia --- DPR Mendesak Kolaborasi Antara Polri dan Imigrasi untuk Atasi Sindikat TPPO --- Wisuda Meriah! 425 Lulusan FIB UNDIP Dinyatakan Lulus, Dipenuhi Momen Mengharukan Pemusnahan Barang Ilegal oleh Bea Cukai Yogyakarta Capai Rp 916 Juta Sepuluh Bank yang Ditutup pada Juli 2026 PSI Menegaskan Hubungan Prabowo dan Gibran Masih Baik, Dedy Nur: Keharmonisan Terlihat Jelas Delvis Rettob Resmi Menjadi Ketua Presidium PP PMKRI untuk Periode 2026-2028 Transformasi Lahan Kosong oleh Mahasiswa KKN-T 85 Undip dan Ibu-Ibu PKK Pudakpayung Melalui Urban Farming Guntur Romli Menyikapi Pernyataan Prabowo tentang Istilah Londo Ireng Kepala BGN Menjelaskan Tunggakan Rp1,6 Triliun Terkait Dapur MBG Ahok Ungkap Pesimisme Terhadap Penerapan Konstitusi di Indonesia --- DPR Mendesak Kolaborasi Antara Polri dan Imigrasi untuk Atasi Sindikat TPPO --- Wisuda Meriah! 425 Lulusan FIB UNDIP Dinyatakan Lulus, Dipenuhi Momen Mengharukan Pemusnahan Barang Ilegal oleh Bea Cukai Yogyakarta Capai Rp 916 Juta Sepuluh Bank yang Ditutup pada Juli 2026 PSI Menegaskan Hubungan Prabowo dan Gibran Masih Baik, Dedy Nur: Keharmonisan Terlihat Jelas Delvis Rettob Resmi Menjadi Ketua Presidium PP PMKRI untuk Periode 2026-2028 Transformasi Lahan Kosong oleh Mahasiswa KKN-T 85 Undip dan Ibu-Ibu PKK Pudakpayung Melalui Urban Farming Guntur Romli Menyikapi Pernyataan Prabowo tentang Istilah Londo Ireng
News

Momentum Kebersamaan dalam Perayaan Idul Adha 2026

Pemerintah telah menetapkan bahwa Idul Adha 2026 akan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, dan mengajak umat Islam untuk menjalani ibadah dengan penuh semangat.

Gyan Kusuma 17 May 2026 25 pembaca liputan6.com liputan6.com
Nasaruddin saat jumpa pers penentuan awal bulan Dzulhijjah di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Minggu (17/5/2026). (Liputan6.com/ Radityo)
Nasaruddin saat jumpa pers penentuan awal bulan Dzulhijjah di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Minggu (17/5/2026). (Liputan6.com/ Radityo)

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama telah mengumumkan bahwa Hari Raya Idul Adha 2026, yang bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1447 H, akan dilaksanakan pada Rabu, 27 Mei 2026. Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk melaksanakan rangkaian ibadah Idul Adha secara baik, mulai dari puasa sunah hingga pelaksanaan kurban.

"Mewakili pemerintah, kami menyampaikan selamat Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Kami mengimbau kepada segenap umat Islam untuk memperkuat ibadah-ibadah meraih Idul Adha, ya. Terutama untuk nanti ada puasa-puasa sunah, kemudian juga berkurban," ungkap Nasaruddin saat konferensi pers mengenai penentuan awal bulan Dzulhijjah di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, pada Minggu (17/5/2026).

Pentingnya Ibadah Kurban

Menteri Agama juga mengingatkan umat Islam yang mampu untuk melaksanakan ibadah kurban. "Itu banyak sekali hadisnya. Bahkan ada yang paling penting, 'jangan mendekati masjidku bagi mereka yang memenuhi syarat untuk berkurban tapi tidak melaksanakan kurban itu sendiri’ dan kita salurkan kurban kita sesuai dengan ketentuan yang berlaku," pesannya.

Lebih lanjut, Nasaruddin menambahkan, "Dengan demikian, atas nama pemerintah mengucapkan sekali lagi selamat menjalankan rangkaian ibadah-ibadah menjelang dan sesudah Idul Adha yang akan datang dan juga kepada calon jemaah haji kita, semoga pulang nanti dalam keadaan membawa haji mabrur."

Perayaan Idul Adha sebagai Simbol Persatuan

Nasaruddin juga menekankan bahwa perayaan Idul Adha 2026 bukan hanya sekadar ibadah, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat persaudaraan dan persatuan di antara masyarakat. Mengingat tidak ada perbedaan dalam perayaan Idul Adha tahun ini, ia berharap momentum ini dapat memperkuat kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah.

"Kita semua mengharapkan momentum ini dapat memperkuat kebersamaan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta meneguhkan persatuan kebangsaan," katanya.

Hari Raya Idul Adha ditetapkan pada tanggal 10 Dzulhijjah karena hari tersebut menandai puncak dari ibadah haji serta penghormatan terhadap ketaatan Nabi Ibrahim AS. Penetapan ini memiliki dasar historis, teologis, dan urutan ibadah yang mendalam dalam agama Islam.

1. Sejarah Kurban Nabi Ibrahim AS: Penetapan 10 Dzulhijjah berkaitan dengan mimpi Nabi Ibrahim AS yang menerima perintah dari Allah SWT untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS.

2. Hubungan dengan Rangkaian Ibadah Haji: Bulan Dzulhijjah merupakan bulan suci untuk pelaksanaan ibadah haji, dengan tanggal-tanggal penting yang berlangsung secara berurutan.

3. Ketetapan Syariat Islam: Kalender Islam yang berbasis perputaran bulan (lunar/hijriah) menetapkan Idul Adha pada hari ke-10 bulan ke-12 (Zulhijah). Rasulullah SAW juga telah menegaskan bahwa pada tanggal ini tidak diperbolehkan berpuasa, karena hari tersebut adalah waktu untuk makan, minum, dan merayakan kemenangan iman.

Artikel Terkait