Update
News

Peluncuran Antologi Pemikiran Nasional dalam Memperingati Sumpah Pemuda ke-98

Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober menjadi ajang peluncuran buku antologi pemikiran bertajuk XPLORE 98 FREQUENCIES OF INDONESIA, yang diadakan di Jakarta.

Rimba Amarta 29 October 2026 1 pembaca jpnn.com jpnn.com
Rayakan Sumpah Pemuda, Xplore Indonesia Luncurkan Antologi Pemikiran Tokoh Nasional
Rayakan Sumpah Pemuda, Xplore Indonesia Luncurkan Antologi Pemikiran Tokoh Nasional

Hari Sumpah Pemuda yang ke-98 diperingati pada Rabu, 28 Oktober, dengan peluncuran buku antologi pemikiran lintas tokoh nasional berjudul XPLORE 98 FREQUENCIES OF INDONESIA. Acara ini berlangsung di Selasar Nashar, Pavilioen Raden Saleh, ARTHOTEL Curated, yang terletak di lantai 8 Gedung Ali Sadikin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Dengan tema “Satoe Frekwensi, Seojeta Karya”, acara ini juga menandai peresmian Roemah Berkarya “X-OFFICE”. Selain itu, kegiatan ini dimeriahkan oleh pameran karya dari WR Pustaka dan WR Film, inisiasi film Kotak Elito, serta sosialisasi Asosiasi Film dan Media Edukasi Anak Indonesia Raya.

Visi dan Misi Xplore Indonesia

Anton Firmansyah, pendiri Xplore Indonesia, menjelaskan bahwa gerakan ini bertujuan untuk membangun kepercayaan terhadap potensi masyarakat Indonesia dan menghidupkan kembali nilai-nilai luhur bangsa. Ia menyatakan, “Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Namun, potensi itu tidak akan berkembang maksimal jika kita tidak membangun kepercayaan terhadap kemampuan bangsa sendiri dan memperkuat semangat gotong royong.”

Gerakan ini berfokus pada dua agenda utama, yaitu mengindonesiakan orang Indonesia melalui penguatan nilai gotong royong, toleransi, dan tenggang rasa, serta membangun kejayaan bangsa melalui kolaborasi yang inklusif. Anton menambahkan, “Kejayaan Indonesia bukan sesuatu yang hanya kita tunggu. Kejayaan itu harus kita bangun bersama, ketika masyarakat memiliki ruang untuk berkontribusi dan menentukan masa depannya melalui kolaborasi.”

Isi dan Harapan dari Antologi

Dalam mukadimah buku, Anton menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia tidak cukup untuk menjadikan bangsa ini maju. Diperlukan juga sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan mampu menghadapi tantangan zaman. Ia menyatakan, “Kekayaan alam Indonesia harus diimbangi dengan talenta dan sumber daya manusia yang andal. Masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh apa yang kita miliki, tetapi juga oleh kemampuan kita mengelola potensi tersebut.”

Antologi XPLORE 98 FREQUENCIES OF INDONESIA mengumpulkan gagasan dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat akar rumput, seniman, budayawan, profesional muda di bidang teknologi, hingga tokoh nasional dan negarawan. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat menggarisbawahi pentingnya penegakan konstitusi yang berlandaskan etika, moralitas, gotong royong, dan tenggang rasa. Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menekankan pentingnya menjaga konstitusi agar menjadi living constitution, yang hidup dalam praktik bermasyarakat dan bernegara.

Di sektor ekonomi dan teknologi, mantan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyampaikan pandangannya mengenai re-engineering Rumah Indonesia, penguatan kemandirian ekonomi, serta pemanfaatan kecerdasan buatan. Bupati Lahat Bursah Zarnubi, yang juga Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), menyoroti pentingnya menjaga fitrah kemanusiaan dalam pembangunan bangsa.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji menekankan ketahanan keluarga dan pentingnya pengawalan gizi anak sejak dalam kandungan untuk mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045. Antologi ini juga memuat refleksi dari politisi Anas Urbaningrum mengenai pentingnya merawat idealisme pergerakan.

CEO Bridge Timor Synergi Ade Reza Hariyadi menekankan pentingnya etika bisnis berkeadilan dan kemitraan inklusif dalam perdagangan serta investasi, khususnya antara Indonesia dan Timor-Leste. Keberagaman gagasan dalam buku ini diharapkan dapat memperkaya diskusi tentang arah pembangunan nasional dan membuka ruang dialog lintas generasi serta sektor.

Anton berharap buku ini dapat menjadi referensi bagi generasi muda dalam memahami tantangan kebangsaan dan berperan aktif dalam menentukan masa depan Indonesia. “Melalui perpaduan suara dari akar rumput hingga pandangan para tokoh nasional, buku ini diharapkan menjadi kompas moral dan intelektual bagi generasi muda dalam mengawal kedaulatan serta kejayaan bangsa,” tutup Anton Firmansyah.

Artikel Terkait