Update
Pertamina Terapkan Kebijakan Ganjil Genap di SPBU Sulawesi Selatan untuk Atasi Antrean Analisis Akademisi: Gibran Terpilih Jadi Wapres Berkat Sikap Megawati Tindakan Tegas KLH: 50 Perusahaan Disegel Akibat Kebakaran Lahan Tim SAR Balikpapan Dikerahkan untuk Mencari Penumpang KM Virgo Transport 8 Inovasi Mahasiswa UI: Sistem Pendingin Ruangan Ramah Lingkungan Menggunakan Energi Tanah dan Matahari Antrean BBM di SPBU Makassar Mulai Menurun Hari Ini Pilihan Cawapres Prabowo 2029: Tokoh Nonpartai dan Kader Gerindra Jadi Pertimbangan MTQ Nasional di Semarang: Momen Memperkuat Persatuan dan Kedamaian Memperkuat Kerja Sama, UGM dan Selandia Baru Jalin Riset Strategis serta Pertukaran Mahasiswa Lima Tahun Holding Ultra Mikro: Mendorong UMKM Menuju Kesuksesan Lebih Tinggi Pertamina Terapkan Kebijakan Ganjil Genap di SPBU Sulawesi Selatan untuk Atasi Antrean Analisis Akademisi: Gibran Terpilih Jadi Wapres Berkat Sikap Megawati Tindakan Tegas KLH: 50 Perusahaan Disegel Akibat Kebakaran Lahan Tim SAR Balikpapan Dikerahkan untuk Mencari Penumpang KM Virgo Transport 8 Inovasi Mahasiswa UI: Sistem Pendingin Ruangan Ramah Lingkungan Menggunakan Energi Tanah dan Matahari Antrean BBM di SPBU Makassar Mulai Menurun Hari Ini Pilihan Cawapres Prabowo 2029: Tokoh Nonpartai dan Kader Gerindra Jadi Pertimbangan MTQ Nasional di Semarang: Momen Memperkuat Persatuan dan Kedamaian Memperkuat Kerja Sama, UGM dan Selandia Baru Jalin Riset Strategis serta Pertukaran Mahasiswa Lima Tahun Holding Ultra Mikro: Mendorong UMKM Menuju Kesuksesan Lebih Tinggi
News

Pernyataan Jusuf Kalla Dipotong dan Viral, Timnya Tegaskan Tidak Menistakan Agama

Video ceramah Jusuf Kalla yang viral dianggap mengandung penistaan agama, namun juru bicara membantah tegas hal tersebut dan menjelaskan konteks sebenarnya.

Arya Yudhistira 11 April 2026 39 pembaca liputan6.com liputan6.com
Pernyataan Jusuf Kalla Dipotong dan Viral, Timnya Tegaskan Tidak Menistakan Agama
liputan6.com

Video pernyataan Jusuf Kalla (JK) yang berhubungan dengan konflik di Poso dan Ambon belakangan ini menjadi viral setelah dipotong dan disebarkan di berbagai platform media sosial. Dalam video tersebut, JK membahas penggunaan istilah "mati syahid" yang kerap digunakan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam konflik tersebut. Pihak JK dengan tegas menyatakan bahwa potongan video yang beredar tidak mencerminkan keseluruhan konteks pernyataan yang dibuat oleh mantan Wakil Presiden RI tersebut.

Menurut keterangan juru bicara JK, video tersebut telah diambil dari konteks yang lebih luas dan disajikan sedemikian rupa sehingga menimbulkan kesan salah. "Kami menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak bermaksud menistakan agama. Itu hanya frasa yang dibicarakan dalam konteks pemahaman tentang konflik, bukan untuk merendahkan keyakinan siapa pun," jelas juru bicara tersebut. Pernyataan ini diambil untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat yang bisa saja menimbulkan kebingungan atau bahkan ketegangan antara umat beragama.

Konflik yang terjadi di Poso dan Ambon memang sangat sensitif dan sering kali melibatkan aspek agama. JK dalam ceramahnya berusaha menjelaskan kompleksitas situasi yang ada, dan bagaimana istilah-istilah tertentu dapat membentuk persepsi yang salah. "Mati syahid adalah istilah yang memiliki makna sakral, namun dalam konteks konflik, istilah ini sering disalahartikan," tambah juru bicara. Hal ini menunjukkan bahwa JK tidak pernah bermaksud untuk merendahkan makna istilah tersebut, melainkan ingin menyampaikan pentingnya pemahaman yang tepat mengenai konflik.

Viralnya video yang telah dimodifikasi tersebut bukan hanya menjadi perhatian publik, tetapi juga menimbulkan reaksi dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat yang terlibat dalam dialog antaragama. Beberapa pemuka agama mengingatkan pentingnya komunikasi yang baik dan pemahaman mendalam untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman yang bisa berujung pada konflik yang lebih besar.

Ke depan, pihak Jusuf Kalla berjanji akan terus memperjuangkan dialog yang konstruktif serta menjaga agar diskusi mengenai isu-isu sensitif tetap berlandaskan pada pemahaman yang benar. "Kami berharap masyarakat tidak terjebak pada opini yang dibangun berdasarkan informasi yang tidak lengkap atau menyesatkan," tutup juru bicara JK. Perkembangan isu ini akan terus dipantau, mengingat pentingnya menjaga keharmonisan antarumat beragama di Indonesia.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait