Update
Teknologi

Risiko Investasi Digital di Era Teknologi Modern

Kemajuan teknologi telah membuka akses masyarakat terhadap investasi digital, namun pemahaman terhadap risiko dan karakter aset sangat penting sebelum berinvestasi.

Lare Ayu 15 October 2026 56 pembaca inews.id inews.id
Advertisement
Advertisement

JAKARTA - Perkembangan teknologi telah memperluas akses masyarakat untuk berinvestasi secara digital, mencakup berbagai instrumen mulai dari aset kripto hingga tokenisasi aset nyata. Meskipun kemudahan ini menarik, penting bagi investor untuk memahami karakteristik aset, memeriksa keamanan platform, dan menilai risiko sebelum menempatkan dana mereka.

Investasi digital tidak hanya terbatas pada mata uang kripto seperti Bitcoin dan Ethereum, tetapi juga mencakup tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA). Teknologi ini memungkinkan representasi aset tertentu dalam bentuk token digital. Fini Charista, Product Marketing Supervisor Bittime, mengungkapkan bahwa setiap aset digital memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu, investor perlu memahami cara kerja aset, tingkat likuiditas, volatilitas harga, serta aspek keamanan sebelum mengambil keputusan investasi.

Pentingnya Memahami Aset Sebelum Berinvestasi

Meskipun menawarkan berbagai pilihan, tidak semua instrumen investasi cocok untuk setiap individu. Investor harus menilai aset berdasarkan pemahaman terhadap fungsi dan risikonya, bukan hanya mengikuti tren atau kenaikan harga. “Menurut saya, kita tidak bisa menilai suatu aset hanya dari kenaikan harganya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih aset digital, seperti fungsi aset tersebut, likuiditas dan volatilitas, serta aspek keamanan. Pastikan platform yang digunakan memenuhi ketentuan yang berlaku,” jelas Fini dalam sebuah diskusi di Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka), Jakarta.

Fini juga mengingatkan agar masyarakat tidak mengambil keputusan investasi hanya berdasarkan rekomendasi orang lain atau ketakutan tertinggal dari tren. Dia menekankan bahwa tidak ada aset yang dapat dijamin selalu mengalami kenaikan harga. Kemudahan akses informasi dan instrumen investasi melalui platform digital harus diimbangi dengan kemampuan memilah informasi. Tanpa pemahaman yang cukup, investor berisiko membuat keputusan impulsif atau terjebak dalam tawaran investasi ilegal, terutama di kalangan muda termasuk mahasiswa.

Kritis Terhadap Informasi Investasi Digital

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Uhamka, Tellys Corliana, menekankan pentingnya sikap kritis mahasiswa terhadap informasi dan tawaran investasi yang beredar di dunia digital. “Teknologi digital itu ibarat senjata bermata dua, yakni bisa bermanfaat, tapi kalau salah, menjadi sumber kesesatan. Selama ini, investasi digital banyak yang menggiurkan, seolah-olah bisa menjadi cara untuk cepat kaya. Padahal, ini harus dikritisi,” ujarnya.

Geraldo Kovit, Market Expert & Chief Financial Analyst Dupoin Futures, menambahkan bahwa pemahaman tentang peluang dan risiko adalah bekal penting bagi generasi muda di tengah perkembangan ekonomi digital. "Kemampuan menggunakan teknologi perlu diimbangi dengan kecakapan menganalisis informasi, memahami risiko, dan mengambil keputusan keuangan secara bertanggung jawab," katanya.

Dalam survei yang dilakukan di acara tersebut, ditemukan bahwa 45 persen mahasiswa Uhamka belum memiliki instrumen investasi. Sebanyak 15 persen menyatakan sudah berinvestasi, sementara 40 persen lainnya berencana untuk memulai. Dari responden yang telah berinvestasi di saham, futures, maupun aset digital, sekitar 50 persen memanfaatkan teknologi untuk membantu mitigasi risiko.

Survei juga mencatat alasan mahasiswa belum terjun ke investasi digital, di mana 60 persen mengaku belum mengetahui peluang yang ada, 35 persen terkendala modal, dan 5 persen merasa trading tidak halal. Temuan ini menunjukkan perlunya edukasi yang tidak hanya mengenalkan berbagai instrumen investasi, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk memeriksa legalitas penyedia layanan, memahami biaya, serta memperhitungkan kemungkinan kerugian.

Dhiraj Kelly Salwani, Chief Investor Relation Dupoin Futures, mengingatkan pentingnya menyiapkan dana aman sebelum berinvestasi. Pemilihan instrumen investasi juga harus disesuaikan dengan tujuan keuangan dan kemampuan menanggung risiko. "Investor disarankan memeriksa legalitas produk atau broker, memahami karakter investasi, menghitung biaya, serta memastikan informasi yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan. Intinya lindungi dulu modalmu, jangan langsung ingin cepat kaya,” ujarnya.

Odang Supriatna, President Director Smartin, menambahkan bahwa perkembangan industri keuangan membuka banyak peluang karier di berbagai bidang. "Namun, untuk terlibat di dalamnya, seseorang tetap membutuhkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang memadai," ucapnya.

Pemanfaatan teknologi dalam investasi harus berjalan seiring dengan literasi keuangan. Kemampuan untuk memahami aset, memverifikasi informasi, memeriksa keamanan platform, dan mengukur risiko menjadi bekal penting agar masyarakat tidak sekadar mengikuti tren investasi digital.

Artikel Terkait