Update
Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM
Ekonomi

Trenggono Pastikan Program Prioritas Nasional Memberikan Manfaat bagi Masyarakat

Kementerian Kelautan dan Perikanan menegaskan bahwa enam program prioritas nasional di sektor kelautan dan perikanan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan hanya fokus pada pemba...

Rimba Amarta 31 August 2026 50 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Foto: Arsip Kementerian KP
Foto: Arsip Kementerian KP

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan bahwa enam program prioritas nasional dalam sektor kelautan dan perikanan tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyatakan bahwa setiap program prioritas harus disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat yang ada di lapangan.

Untuk itu, KKP melakukan konsolidasi internal guna memastikan bahwa semua jajaran memahami target, mekanisme pelaksanaan, serta manfaat yang akan diterima oleh masyarakat. Trenggono memberikan contoh melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir. Ia menjelaskan bahwa perbaikan tidak hanya dilakukan pada rumah warga, tetapi juga harus diarahkan untuk meningkatkan produktivitas ekonomi nelayan. "Merubah taraf hidup bukan diperbaiki rumahnya, tetapi produktivitasnya," ujarnya saat konsolidasi internal KKP di Jakarta.

Pengembangan Kampung Nelayan

Trenggono mengungkapkan bahwa pengalamannya mengunjungi berbagai kampung nelayan sejak menjabat Menteri KKP pada tahun 2020 menjadi dasar penting dalam merancang program tersebut. Ia menemukan bahwa kampung nelayan di berbagai daerah menghadapi masalah serupa, seperti lingkungan yang kurang tertata dan keterbatasan fasilitas penunjang aktivitas nelayan. Sebagai contoh, pengembangan kawasan nelayan di Biak dilakukan dengan terlebih dahulu memetakan kebutuhan masyarakat setempat.

Fasilitas yang dibangun tidak hanya mencakup infrastruktur permukiman, tetapi juga sarana pendukung aktivitas ekonomi seperti stasiun pengisian bahan bakar nelayan, pabrik es, cold storage, bengkel nelayan, balai nelayan, fasilitas kuliner, hingga kantor pengelola. "Research dulu apa yang mereka butuhkan," tegasnya. Pendekatan ini menjadi salah satu model dalam pengembangan KNMP, dengan target pemerintah untuk membangun 5.000 kampung nelayan di seluruh Indonesia hingga tahun 2029.

Program Prioritas Lainnya

Selain KNMP, KKP juga melaksanakan lima program prioritas lainnya, yang mencakup pembangunan integrasi tambak udang dan revitalisasi tambak di Pantai Utara Jawa, budidaya tematik di 40.000 desa, modernisasi kapal penangkap ikan, serta program swasembada garam. Trenggono menjelaskan bahwa setiap program memiliki model pengembangan yang berbeda sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat. Salah satu contohnya adalah pengembangan tambak udang terintegrasi yang diharapkan menjadi contoh pengelolaan kawasan budidaya yang produktif.

Program budidaya tematik juga terus dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi. KKP tengah mempertimbangkan penerapan teknologi lain seperti Recirculating Aquaculture System (RAS) untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan budidaya. "Program besar swasembada protein ini bukan hanya penyediaan protein, tetapi juga menjadi sumber devisa negara," ungkap Menteri Trenggono.

Trenggono juga mengingatkan agar jajaran KKP tidak menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan pemerintah dalam menjalankan program prioritas tersebut. Ia menekankan bahwa besarnya anggaran dan skala pekerjaan harus diimbangi dengan integritas serta kepatuhan terhadap aturan. "Siapapun yang melakukan itu harus ditindak tegas. Ini kepercayaan," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, menambahkan bahwa pelaksanaan program harus mengedepankan prinsip tepat sasaran, integritas, objektivitas, serta sistem pengawasan yang kuat. Setiap tahapan pekerjaan harus memiliki alat ukur yang jelas agar pelaksanaannya dapat dipertanggungjawabkan. "Amanah perlu dikawal. Tepat sasaran, integritas, sistem jangan dimainkan," kata Didit.

Didit juga meminta seluruh jajaran KKP untuk memperkuat koordinasi dan pengendalian agar pelaksanaan program tidak menimbulkan masalah di kemudian hari, termasuk dalam proses pemeriksaan oleh aparat pengawasan internal. Ia mengingatkan bahwa percepatan program tidak boleh mengabaikan prosedur, dan kerja cepat harus tetap diimbangi dengan kecermatan serta tanggung jawab. "Kerja cepat, kerja cerdas, kerja ikhlas," ujarnya.

Artikel Terkait